Prabowo Tak Akan Nyapres 2029 Jika 4 Tahun Kinerja Buruk, Analis: Omon-Omon atau Strategi Pencitraan?

- Rabu, 26 Februari 2025 | 13:21 WIB
Prabowo Tak Akan Nyapres 2029 Jika 4 Tahun Kinerja Buruk, Analis: Omon-Omon atau Strategi Pencitraan?




POLHUKAM.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim jika dalam 4 tahun pemerintahannya berjalan kurang baik, maka dirinya enggan maju lagi sebagai calon presiden di Pilpres 2029. 


Prabowo bakal menolak maju sebagai Capres 2029 meski sudah dijagokan oleh kader-kader Gerindra.


Menanggapi hal itu, Analis Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Kristian Widya Wicaksono, menyebut pernyataan Prabowo tersebut bisa dilihat dari beberapa perspektif. 


Dari segi politis, kata dia, pernyataan Prabowo bisa jadi strategi pencitraannya.


"Pernyataan Prabowo Subianto bahwa ia tidak akan maju di Pilpres 2029 jika pemerintahan yang dipimpinnya dalam empat tahun ke depan berjalan kurang baik bisa dilihat dari beberapa perspektif. Secara politis, ini dapat dimaknai sebagai strategi pencitraan untuk menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan tidak semata-mata mengejar kekuasaan," kata Kristian, Rabu (26/2/2025).


Selain itu, ia mengatakan, pernyataan Prabowo juga bisa menjadi cara untuk membangun ekspektasi publik bahwa kepemimpinannya harus dinilai secara objektif, sekaligus meredam kritik jika ada kebijakan yang kontroversial.


"Dari sisi internal koalisi, ini bisa menjadi bentuk komunikasi kepada kader dan partai pendukungnya bahwa ia tetap memiliki kendali penuh atas keputusan politiknya di masa depan, sehingga tidak ingin terlalu cepat "dikunci" untuk Pilpres 2029," katanya.


Kendati begitu, ia menyampaikan realitas politik sangat dinamis, dan empat tahun adalah waktu yang cukup lama. 


Menurutnya, jika popularitas Prabowo tetap tinggi dan kondisi politik mendukung, kemungkinan besar ia tetap akan maju, terlepas dari pernyataan yang dibuat saat ini.


"Oleh karena itu, apakah ini sekadar omon-omon atau tidak, akan sangat bergantung pada bagaimana dinamika politik dan kepemimpinannya berkembang di tahun-tahun mendatang," pungkasnya.


Pernyataan Prabowo


Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto bicara lagi soal dirinya dicalonkan kembali oleh Partai Gerindra untuk bisa maju menjadi calon presiden di Pilpres 2029. 


Ia menyebut adanya dorongan nyapres lagi adalah ulah kader-kadernya yang nakal.


Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya di acara penutupan Kongres Partai Demokrat ke-VI di Jakarta, Selasa (25/2/2025).


"Saya kemarin dicalonkan oleh partai saya untuk maju lagi 2029, nakal nakal itu kader saya. Baru 100 hari kerja sudah disuruh maju lagi," kata Prabowo sambil berkelakar.


Ia lantas menegaskan, jika pada tahun ke empat pemerintahanya dirasa tak berhasil, maka dirinya memutuskan tidak nyapres lagi.


"Tapi saya katakan, kalau tahun ke-4 saya mengabdi dan saya kecewa dengan prestasi saya, saya tidak akan maju tahun 2029," katanya.


Prabowo mengaku malu jika gagal tapi tetap memaksakan untuk nyapres lagi.


"Malu saya malu sama rakyat Indonesia. Untuk apa, kalau tidak mampu lebih baik saya hormat," ungkapnya.


"Masalahnya Pak SBY, saya kita dibesarkan dari masih muda, sekarang rada muda, jabgan ketawa lho, kita semua pasti dipanggil Tuhan belum tentu sesuai nomor urut tanggal lahir," sambungnya.



Sumber: Suara

Komentar