Viral Video Pesut Mati Terdampar Penuh Sampah di Pantai Bangka Selatan, Terungkap Penyebabnya

- Minggu, 21 Mei 2023 | 12:31 WIB
Viral Video Pesut Mati Terdampar Penuh Sampah di Pantai Bangka Selatan, Terungkap Penyebabnya

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral di media sosial unggahan video seekor pesut terdampar dipenuhi dengan sampah viral di media sosial, Instagram.

Pesut itu dilaporkan terdampar di daerah Toboali, Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Pengunggah utama�@ikhwan_padhil�yang merupakan warga di sekitar lokasi mengaku menemukan ikan tersebut pada Sabtu (6/5/2023).

Baca juga: Akhirnya Terungkap Awal Pertemuan Enzy Storia dan Molen Kasetra, Ternyata Dikenalkan Sosok Ini

"Kronologinya ikan tersebut ditemukan terdampar sudah dalam keadaan mati, sebelum saya sudah banyak orang yang tahu adanya pesut mati di lokasi tersebut," ujarnya saat dihubungi�Kompas.com,�Sabtu (20/5/2023).

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab kematian pesut terdampar itu.

Namun, saat ditemukan, pesut itu dipenuhi oleh sampah plastik.

Hingga Sabtu (20/5/2023),�video viral�itu sudah dikomentari 460 warganet dan disukai 22.145 akun.

Kondisi pesut terdampar saat ditemukan

Terpisah, Kepala Resort Konservasi Eksitu Wilayah XVII Bangka, Fadli Jundana mengonfirmasi temuan pesut terdampar dipenuhi sampah di daerah Toboali itu.

Penemuan tersebut mulanya diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melapor.

Tim selanjutnya melakukan pemeriksaan ke lokasi kejadian.

"Pada saat ditemukan, bangkai pesut dalam kondisi bengkak dan kulit sudah mulai terkelupas, sirip bagian kanan dan ekor sudah tidak ada, kemungkinan pesut tersebut sudah mati beberapa hari sebelum ditemukan," kata Fadli dilansir dari�Kompas.com, Jumat (19/5/2023).

Tim selanjutnya melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyebab kematian satwa endemik Sungai Mahakam itu.

"Identifikasi penyebab kematian melalui nekropsi dengan memeriksa fisik luar dan organ dalam,"

Penyebab kematian pesut terdampar

Berdasarkan hasil nekropsi, pesut terdampar itu berjenis kelamin betina dengan ukuran panjang tubuh 80 sentimeter.

Menurut Fadli, penyebab kematian pesut itu kemungkinan bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

"Penyebab kematian kemungkinan adanya infeksi interna, dapat juga disebabkan kemungkinan terpisah dari koloni dan bermasalah dengan ekolokasi pesut tersebut, mengingat banyaknya kapal isap atau ponton di sekitar perairan," terang Fadli.

Hasil pemeriksaan fisik ikan pesut menunjukkan adanya luka tertutup dan lebam yang cukup banyak.

Fadli menduga, luka di disebabkan oleh gesekan karang atau benda keras yang mengenai badan pesut saat terdampar.

Adapun hasil pemeriksaan organ dalam, diketahui lambung pesut dalam kondisi normal dan terdapat sisa makanan yang belum tercerna.

Selain itu, pemeriksaan menunjukkan adanya nekrosis pada bagian atrium jantung, ginjal dalam kondisi rusak, dan paru-paru secara keseluruhan berwarna hitam serta terdapat nekrosis jaringan.

Petugas juga mengambil sampel kulit dalam larutan formalin sebagai bahan untuk uji genetik dan pengambilan sampel organ.lambung, jantung serta paru-paru untuk pemeriksaan patologi anatomi.

"Setelah pengecekan selesai dilakukan, petugas melakukan penguburan bangkai pesut tersebut di sekitar lokasi penemuan," tandas Fadli.

Artikel ini telah tayang di�Kompas.com

Baca berita lainnya di:�Google News.

Berita terbaru Tribun Manado:�klik�di sini.

Sumber: manado.tribunnews.com

Komentar