Menurut Haris Azhar, apa yang dimaksud penyiksaan tidak harus selalu dengan cara fisik tapi ada juga dengan cara psikis.
Anggota Kontras itu kemudian mengambil contoh penyiksaan yang pernah dialami aktivis-aktivis pro demokrasi sebelum jatuhnya Orde Baru pada 1998.
"Misalnya korban penculikan dan penghilangan aktivis tuh kalau kita baca kesaksiannya, mereka ditaruh di satu ruangan dipasangi lagu dangdut itu melulu diputerin itu kan kayak cuci otak. Nah itu masuk penyiksaan, torture," kata Haris Azhar dalam acara Catatan Demokrasi yang tayang di TV One, Selasa (5/9/2022).
Baca Juga: Selain Ferdy Sambo, 2 Orang Ini Disebut-sebut sebagai 'Kapolri Kecil' di Korps Baju Cokelat, Kapolri yang Asli Katanya Gak Berani
Karena meyakini ada penyiksaan, Haris kecewa pada Komnas HAM yang tidak menyantumkan adanya penyiksaan dalam laporannya.
"Saya berani berdebat secara HAM dengan siapa pun," kata dia.
Pada pertengahan Agustus lalu, Komnas HAM mengumumkan hasil temuannya dalam kasus pembunuhan Yosua alias Brigadir J.
Dalam laporannya, Komnas HAM menyatakan tidak menemukan adanya penganiayaan dan penyiksaan terhadap Brigadir J.
Hal tersebut didapati setelah Komnas HAM melakukan pemeriksaan di TKP yang berada di Rumah Dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Sisi Gelap Polda Metro, Disebut-Sebut sebagai Sarang Mafia Gara-gara Ini...
"Indikasi penganiayaan atau penyiksaan tidak ada. Ya dari keterangan itu ya memang luka tembak aja," ujar Komisioner Komnas HAM , Beka Ulung Hapsara kepada wartawan, Senin (15/8/2022).
Sumber: kontenjatim.id
Artikel Terkait
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos
VIRAL Unggahan Warganet Lakukan Uji Coba Pertalite RON 90, Hasilnya Bikin Syok!
KPK Didesak Periksa Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar di Kasus e-KTP