Adian Napitupulu menyinggung bahwa subsidi BBM berupa bantuan sosial (bansos) merupakan solusi yang tepat terhadap kenaikan yang kini tengah terjadi.
Baca Juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Makassar Bergejolak Dikepung Demo Mahasiswa, Rizal Ramli Ingatkan Kejatuhan Soeharto: Sejarah akan Berulang?
"Kalau Rp4 juta per bulan, mereka punya kesempatan untuk memaksimalkan peluang ekonominya, per tahun hanya Rp360 triliun," ungkapnya.
"Kita perlu membahas opsi ini. Ini lebih rendah dari anggaran subsidi energi Rp502 triliun," imbuh politisi PDIP.
Saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM melalui Kementerian Sosial sebesar Rp12,96 triliun, ini diberikan untuk menyikapi kenaikan harga.
Eko Widodo menyindir dukungan Adian terhadap BLT yang diberikan pemerintah sebagai solusi kenaikan BBM, padahal dulu PDIP berdemo menolak hal tersebut saat era SBY.
"Adian dulu paling galak tolak kenaikan BBM & skema BLT. Kini tanpa malu jilat ludah sendiri, mereka permainan nasib rakyat kecil!!" ujarnya yang dikutip dari Twitter @ekowboy2, Selasa (6/9).
Adian dulu paling galak tolak kenaikan BBM & skema BLTKini tanpa malu jilat ludah sendiri, mereka permainan nasib rakyat kecil!! pic.twitter.com/xN51YQ5evj
— ???????????? ???????????????????????? (@ekowboy2) September 6, 2022Ketika pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menaikkan harga BBM, PDIP meruapakan partai yang paling garang menunjukkan ketidaksetujuan.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bahkan meminta pemerintah agar tidak menyogok rakyat dengan BLT atau BLSM demi melancarkan kenaikan BBM.
Sumber: NewsWorthy
Artikel Terkait
[ANALISIS] Peringatan Keras Panglima TNI Untuk Prajurit Aktif Rangkap Jabatan
Jokowi Diminta Sembunyi Dulu 5 Tahun
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos