Jika ingin mewujudkan dua paslon dalam Pilpres 2024, maka Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebaiknya maju dalam pertarungan.
Baca Juga: Soal Pilpres 2024, Pengamat Politik: Pendapat PDIP Membunuh Demokrasi
"Dan gejala dua calon itu bisa dimulai, caranya begini, kalau mau jadi dua calon biarkan Prabowo dan satu lagi mencalonkan diri PKB," ujar Refly.
Prabowo Subianto bisa berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar atau Cak Imin, agar bisa memastikan bahwa ada dua paslon dalam Pilpres.
"Let's say pasangan Prabowo dan Muhaimin Iskandar menjadi satu calon untuk memastikan bahwa Pilpres itu dua Pasangan calon," jelasnya yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Sabtu (27/8).
Kemudian tersisa lima partai yang bisa membentuk koalisi di istana, seperti PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, serta PAN dengan mengusung satu calon.
"Maka sisa lima partai istana itu membentuk koalisi tersendiri yaitu PDIP, Golkar, kemudian Nasdem, kemudian PPP, kemudian PAN. 5 partai ini mengajukan satu pasangan calon selesai," ungkapnya.
Permainan akan selesai dengan menangnya koalisi istana melawan pasangan Prabowo-Muhaimin, ini prediksi yang terjadi jika hanya dua paslon saja.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});"Maka the game is over, maka calon dari lima ini akan memenangkan pertarungan karena dia diendorse oleh kekuasaan, itu hitungannya," pungkas Refly.
Sumber: NewsWorthy
Artikel Terkait
[ANALISIS] Peringatan Keras Panglima TNI Untuk Prajurit Aktif Rangkap Jabatan
Jokowi Diminta Sembunyi Dulu 5 Tahun
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos