Sebelumnya, Anies Baswedan mengganti nama 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta (RSUJ) secara resmi di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (3/8/2022).
Baca Juga: Diduga Rekayasa Kematian Brigadir J, Fahmi Alamsyah Jadi Sorotan, Eh Anies Baswedan Dikaitkan: Karena ini Gak Tersentuh?
Hal ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya mendatangi rumah sakit saat sakit saja, namun juga saat dalam kondisi sehat.
Guntur Romli menyebutkan bahwa penjenamaan (branding) rumah sehat disebut oleh buzzer Anies Baswedan sebagai revolusi kesehatan, namun ternyata tidak hanya itu saja.
Ini juga disebut sebagai revolusi anggaran, lantaran perubahan nama RSUD menjadi rumah sehat biayanya dibebankan kepada masing-masing RS.
"Kata buzzer Anies perubahan istilah dari rumah sakit ke rumah sehat adalah revolusi kesehatan, ternyata revolusi anggaran juga bukannya meringankan beban rumah sakit malah nambahin beban," ucapnya yang dikutip dari Twitter @GunRomli, Kamis (11/8).
Kata buzzer Anies perubahan istilah dari rumah sakit ke rumah sehat adalah revolusi kesehatan, ternyata revolusi anggaran juga ???????????? bukannya meringankan beban rumah sakit malah nambahin beban ???????? pic.twitter.com/GvInoyOxml
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) August 10, 2022Buntut perubahan nama rumah sakit akan mengakibatkan anggaran yang seharusnya bisa untuk membiayai hal-hal yang lebih berguna dan dibutuhkan malah akan terbuang sia-sia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});"Anggaran yg seharusnya bisa untuk hal yg lebih berguna akhirnya terbuang sia-sia. Duit rakyat lohh itu..." cuit akun Twitter @gajah***.
Sumber: NewsWorthy
Artikel Terkait
[ANALISIS] Peringatan Keras Panglima TNI Untuk Prajurit Aktif Rangkap Jabatan
Jokowi Diminta Sembunyi Dulu 5 Tahun
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos