Setelah ditetapkan sebagai tersangka, motif pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Brigadir Yosua pun menjadi perhatian publik.
Baca Juga: Soroti Penahan Ferdy Sambo di Mako Brimob, Jual Beli Sel Disinggung: Dia...
"Masalahnya adalah masih orang bertanya apa motifnya melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J, kemudian kok bisa kalau motifnya benar mengenai hubungan domestik," bebernya.
Jika memang benar motifnya bersinggungan dengan hubungan, maka mengapa Ferdy Sambo sampai melakukan pembunuhan, padahal saat itu dia menjabat sebagai Kepala Divisi Provesi dan Pengamanan (Kadiv Propam).
"Kok sampai menghabisi begitu, secara dia adalah orang hukum bahkan Kadiv Propam yang harus memberikan contoh bahwa polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat," ungkap Refly.
Namun, ketika ada masalah mengenai dirinya sendiri, Ferdy Sambo tidak sanggup mengemban tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
"Ternyata ketika mengenai dirinya sendiri tidak sanggup membawa lebel sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetap tersulut juga emosi," ucapnya yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Rabu (10/8).
Tak kuasa menahan emosi yang memuncak, kemudian menyebabkan anak buahnya yang tak lain adalah Brigadir J harus kehilangan nyawanya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});"Dan luar biasa emosi itu berujung pada kematian seseorang yang tidak lain adalah anak buahnya sendiri yang juga berasal dari institusi polri," pungkas Refly.
Sumber: NewsWorthy
Artikel Terkait
[ANALISIS] Peringatan Keras Panglima TNI Untuk Prajurit Aktif Rangkap Jabatan
Jokowi Diminta Sembunyi Dulu 5 Tahun
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos