Luka sayatan benda tajam itu dicurigai masyarakat usai pihak keluarga menyebut bahwa Brigadir J menerima penganiayaan sebelum dinyatakan tewas.
Namun adanya luka sayatan ini dapat dijelaskan secara keilmuan.
Sekjen Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia Dokter Budi Suhendar menyebut luka sayatan itu bisa didapat oelh jasad yang telah diautopsi.
Baca Juga: Oh Ternyata Memang Ada 'Rahasia' di Balik Lipatan Kertas yang Ditutup Komnas HAM Saat Konpers Brigadir J, Katanya...
Budi menjelaskan, prosedur kedokteran forensik dalam memeriksa jasad dengan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan mulai dari permukaan tubuh hingga rongga-rongga tubuh.
Rongga-rongga tubuh ini terdiri dari rongga kepala, rongga dada dan rongga perut. Semua itu akan dibuka karena itu akan ada bekas sayatan.
Lebih lanjut, menurut suatu sumber, jenazah Brigadir diakui memang terdapat luka-luka selain luka tembakan yang diterangkan pihak kepolisian.
Luka tersebut yakni luka sayatan benda tajam. Namun luka tersebut diklaim dibuat oleh dokter untuk memasukkan formalin ke tubuh Brigadir J.
Jenazah yang diautopsi biasanya akan disayat sebab jika telah meninggal dunia darah sudah beku dan akan sulit mencari pembuluh darahnya untuk disuntik.
Namun pada umumnya, dokter forensik tidak akan membuat sayatan di area wajah.
"Bisa saja di situ memang sudah ada luka saat datang ke tempat instalasi forensik," ujar Budi menjelaskan terkait luka yang ada di area wajah Brigadir J.
Baca Juga: Katanya Tidak Ada di Lokasi Kejadian Saat Insiden Terjadi, Lalu Ferdy Sambo Tahu dari Siapa Kalau Brigadir J Tewas? Ternyata Oh Ternyata...
Selain itu, apabila terdapat sesuatu yang menonjol di bagian tubuh yang dicurigai maka perlu dibuka dengan disayat.
Dalam kasus penembakan, ujar Dokter Budi, yang menonjol adalah ada anak peluru yang bersarang di bagian tubuh.
Sebelumnya menurut versi polisi, Brigadir J tewas akibat ditembak oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022).
Adu tembak itu imbas dari teriakan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
Diduga Brigadir J melakukan pelecehan kepada Putri serta menodongkan pistol ke arahnya.
Mendengar Putri berteriak, Bharada E bergegas menghampiri sumber suara dan bertemu Brigadir J. Adu tembak keduanya terjadi. Brigadir J tewas di tempat.
Sumber: amp.suara.com
Artikel Terkait
Jokowi Diminta Sembunyi Dulu 5 Tahun
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos
VIRAL Unggahan Warganet Lakukan Uji Coba Pertalite RON 90, Hasilnya Bikin Syok!