NDC merupakan komitmen suatu negara untuk berkontribusi menurunkan emisi global, Indonesia sendiri berkomitmen sebesar 29% dengan upaya sendiri dan sebesar 41% dengan kerja sama internasional pada tahun 2030.
"Alokasi pendanaan yang dibutuhkan diperkirakan dapat mencapai Rp4.002 triliun dan tentunya ini bukan jumlah yang sedikit," ujarnya sebagaimana dikutip dari akun Instagram-nya, Rabu (29/6/2022).
Perempuan yang karib siapa Ani ini pun lantas membeberkan bukti komitmen Indonesia dalam mewujudkan ekonomi hijau di dunia.
"APBN #uangkita sebagai instrumen fiskal telah didesain untuk mendukung implementasi ekonomi hijau. Berbagai instrumen fiskal lainnya juga dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas serta investasi ekonomi yang lebih ramah lingkungan, seperti pemberian insentif pajak di sektor ekonomi hijau, kebijakan budget tagging oleh pemerintah pusat dan daerah, hingga skema pembiayaan hijau," jelasnya.
Tak hanya itu, kata Ani, Indonesia juga telah melakukan inovasi dan menjadi pelopor negara berkembang pertama yang menciptakan portofolio investasi hijau. Upaya ini diinisiasikan pada 2018 oleh Kemenkeu dalam bentuk green bond dan juga green sukuk. Di samping itu, beberapa institusi juga telah dibentuk untuk menjalankan fungsi pembiayaan terhadap pengelolaan lingkungan dan ekonomi hijau.
"Inilah bentuk keseriusan dan kerja sama kita semua untuk memelihara serta melestarikan lingkungan hidup bagi para generasi penerus kita," ungkapnya.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati)
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
[ANALISIS] Peringatan Keras Panglima TNI Untuk Prajurit Aktif Rangkap Jabatan
Jokowi Diminta Sembunyi Dulu 5 Tahun
Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan
Intip Dua Sosok Istri Tersangka Mega Korupsi Minyak Mentah, Langsung Gembok Akun Medsos