Pejabat Hamas Ungkap Belum Ada Kesepakatan Untuk Gencatan Senjata di Gaza

Sunday, 4 February 2024
Pejabat Hamas Ungkap Belum Ada Kesepakatan Untuk Gencatan Senjata di Gaza
Pejabat Hamas Ungkap Belum Ada Kesepakatan Untuk Gencatan Senjata di Gaza

polhukam.id- Pejabat senior Hamas baru-baru ini mengatakan bahwa kesepakatan akhir belum tercapai terkiati gencatan senjata tentatif untuk menghentikan perang yang hampir terjadi selama empat bulan dengan Israel di Gaza.

Sampai saat ini Hamas sedang mengkaji usulan yang diajukan oleh Israel hingga Amerika Serikat (AS).

Dilansir AFP, Minggu (4/2/2024), para pemimpin Hamas sedang mengkaji terkait usulan kerangka kerja yang telah diajukan oleh para pejabat tinggi Israel, Qatar, Mesir dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Saham Meta Meroket Drastis 20 Persen Usai Kinerjanya yang Topcer

Bahkan seorang pejabat tinggi Hamas, Osama Hamdan, mengatakan bahwa dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mengumumkan posisinya saata ini.

"(Diperlukan lebih banyak waktu untuk) mengumumkan posisi kami", ucap Hamdan di Lebanon.

Hamdan juga telah menegaskan saat konferensi pers bahwa pergerakannya "telah berulang kali mengatakan" pihaknya "terbuka untuk mendiskusikan inisiatif apa pun, mengakhiri agresi biadab terhadap rakyat Palestina" saat ini.

Baca Juga: Amerika Serikat Lancarkan Serangan Udara di Suriah dan Irak Bentuk dari Serangan Balasan

Meski demikian, Hamdan juga membenarkan bahwa kelompok tersebut telah menerima proposal gencatan senjata yang dirancang oleh mediator di Paris, ia mengatakan kesepakatan belum tercapai dan rencana tersebut tidak memiliki beberapa rincian yang jelas.

"Kami akan mengumumkan posisi kami (segera), berdasarkan keinginan kami untuk mengakhiri agresi yang diderita rakyat kami secepat mungkin," tambahnya.

Sumber Hamas saat ini juga tak daim, mereka mengatakan usulan gencatan senjata tiga tahap saat ini mencakup jeda awal pertempuran selama enam minggu, di mana beberapa sandera dibebaskan untuk tahanan Palestina, dengan potensi perpanjangan.

Baca Juga: WHO Merspon Terkait Militer Israel yang Tewaskan 3 Warga Palestina Usai Menyamar Jadi Tenaga Kesehatan

Hamdan, yang gerakannya menuntut gencatan senjata total sebelum perjanjian apa pun, juga mengecam "kampanye disinformasi Israel" yang bertujuan "mendistorsi" posisi Hamas.

"(Israel) menolak semua inisiatif yang dibuat sejauh ini untuk melanjutkan agresi," tegasnya.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pilihanindonesia.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler