National Corruption Watch Menyebut Kasus Korupsi Harvey Moeis dan Helena Lim Nyaris Sempurna, tapi Sayangnya Melakukan Flexing

Tuesday, 2 April 2024
National Corruption Watch Menyebut Kasus Korupsi Harvey Moeis dan Helena Lim Nyaris Sempurna, tapi Sayangnya Melakukan Flexing
National Corruption Watch Menyebut Kasus Korupsi Harvey Moeis dan Helena Lim Nyaris Sempurna, tapi Sayangnya Melakukan Flexing



POLHUKAM.ID -Hanifa Sutrisna selaku Ketua Umum National Corruption Watch (NCW) mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022 yang melibatkan suami Sandra Dewi, Harvey Moeis, dan crazy rich Helena Lim sebenarnya nyaris sempurna.


Hal itu karena semuanya sudah dikondisikan mengakibatkan bisnis ilegal ini yang berpotensi mengakibatkan total kerugian di atas 271 triliun tidak tersentuh oleh hukum selama ini.


"Kasus ini sebenarnya kejahatan yang nyaris sempurna sebenarnya," ujar Hanifa Sutrisna dalam video diunggah di akun TikTok DPP NCW.



Namun sayangnya ada titik kelemahan terjadi mengakibatkan kasus dugaan korupsi ini kemudian dapat dibongkar oleh Kejaksaan Agung sehingga menetapkan Harvey Moeis, Helena Lim dan belasan orang lainnya menyandang status tersangka dan bakal diminta pertanggung jawaban secara hukum


"Apa yang bikin tidak sempurna ? Pelakunya melakukan flexing," tuturnya lebih lanjut.




Menurut Hanifa Sutrisna, flexing ini mempermudah aparat penegak hukum untuk mengusut suatu tindak pidana korupsi atau pencucian uang untuk kemudian diselidiki asal usul kekayaan yang didapatkan.Jika kekayaan itu tidak dapat dipertanggung jawabkan asal usulnya yang sah menurut hukum, besar kemungkinan sumber kekayaan tersebut didapatkan dari jalan haram.


"Kelakuan flexing ini menjadi pintu masuk bagi KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri untuk mengusut orang yang tiba-tiba kaya mendadak hanya dengan jualan sesuatu yang biasa di pasar Indonesia," tuturnya.


Sumber: jawapos

SEBELUMNYA

Komentar

Artikel Terkait

Terkini