Kunjungan Kontroversial Joe Biden di Michigan: Dukungan Terhadap Israel Menimbulkan Ketegangan Dengan Keturunan Arab Amerika

Saturday, 3 February 2024
Kunjungan Kontroversial Joe Biden di Michigan: Dukungan Terhadap Israel Menimbulkan Ketegangan Dengan Keturunan Arab Amerika
Kunjungan Kontroversial Joe Biden di Michigan: Dukungan Terhadap Israel Menimbulkan Ketegangan Dengan Keturunan Arab Amerika

SurabayaNetwork.id- Kunjungan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, ke Michigan telah memperlihatkan kesenjangan yang semakin membesar dengan komunitas Arab Amerika.

Hal ini menjadi lebih signifikan di negara bagian pengayun kunci ini menjelang pemilihan umum November di dataran Amerika.

Biden bertemu dengan anggota serikat pekerja otomotif Amerika Serikat pada hari Kamis setelah mereka mendukung kembali pencalonannya.

Tetapi mobil kepresidenannya harus melewati jalan-jalan samping di Warren untuk menghindari sekitar dua ratus demonstran sebelum tiba di tujuannya.

Kerumunan warga Arab Amerika berkumpul untuk menunjukkan kemarahan mereka terhadap dukungan Biden yang teguh terhadap Israel.

 Baca Juga: Yaman Diserang AS dan UK Perkara Blokade, Donald Trump Ambil Kesempatan untuk Mengolok Joe Biden

Meskipun perangnya di Gaza telah menewaskan lebih dari 27.000 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, di tengah seruan internasional untuk gencatan senjata.

Dilansir dari Al Jazeera oleh SurabayaNetwork.id 3 Januari 2024 memperlihatkan gambaran para pengunjuk rasa di negara bagian yang menjadi medan pertempuran pemilihan ini berteriak, "Joe Genosida harus pergi" dan melambaikan bendera Palestina.

Unjuk rasa terjadi seminggu setelah Pengadilan Dunia memerintahkan Israel untuk mencegah tindakan genosida di Gaza.

"Michigan memiliki populasi Arab Amerika dan Muslim yang sangat besar yang memberikan suara secara luar biasa untuk Biden dalam pemilihan terakhir," kata Patty Culhane dari Al Jazeera, melaporkan dari Warren.

"Jika dia kehilangan setengah suara mereka, kemungkinan besar dia tidak dapat memenangkan Michigan – dan tanpa Michigan, dia memiliki jalur yang sangat sempit untuk memenangkan masa jabatan kedua," tambahnya.

Di protes tersebut, kemarahan dan kekecewaan terasa nyata, dengan beberapa demonstran mengatakan bahwa presiden AS tersebut "hilang untuk selamanya".

Baca Juga: Joe Biden Menyangsikan Israel Bisa Menang, Netizen: Capek Lihat Drama IDF Nemu Senjata

"Tidak ada yang akan membuat saya memilih presiden genosida, sama sekali," kata seorang pengunjuk rasa yang mengidentifikasi dirinya sebagai Hawraa kepada Al Jazeera.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: surabaya.jatimnetwork.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler