Habiskan Anggaran Fantastis hingga Triliunan Rupiah, Begini Sejarah Jembatan Callender Hamilton, Diambil dari Nama Pembalap Dunia?

Saturday, 3 February 2024
Habiskan Anggaran Fantastis hingga Triliunan Rupiah, Begini Sejarah Jembatan Callender Hamilton, Diambil dari Nama Pembalap Dunia?
Habiskan Anggaran Fantastis hingga Triliunan Rupiah, Begini Sejarah Jembatan Callender Hamilton, Diambil dari Nama Pembalap Dunia?

LENGKONG, polhukam.id -- Pemerintah telah menghabiskan anggaran fantastis untuk membangun revitalisasi Jembatan Callender Hamilton di sejumlah titik di seluruh Pulau Jawa.

Diketahui pemerintah telah menggelontorkan anggaran investasi senilai Rp2,199 triliun untuk merevitalisasi 37 Jembatan Callender Hamilton di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Lalu, mengapa jembatan ini dinamakan Jembatan Callender Hamilton? Adakah kaitannya dengan salah satu pembalap dunia, Lewis Hamilton?

Baca Juga: Habiskan Rp2,199 Triliun, Jembatan Callender Hamilton Ternyata Tak Hanya Dibangun di Kabupaten Bandung Saja, Seluruh Pulau Jawa Punya!

Diketahui, Sir Lewis Cari Davidson Hamilton MBE atau Lewis Hamilton merupakan seorang pembalap mobil profesional dari Britania Raya yang pernah bergabung dalam tim Mercedes di dalam ajang Formula Satu.

Namun ternyata, nama Jembatan Callender Hamilton tidak berkaitan dengan pembalap mobil dunia terkenal ini. Melainkan merupakan nama yang diambil dari sang insinyur yang mendesain jembatan ini.

Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jembatan Callender Hamilton memiliki sejarah di Indonesia sebagai berikut.

Jembatan Callender Hamilton diciptakan oleh Archibald Milne Hamilton, seorang insinyur asal Selandia Baru.

Baca Juga: Telan Dana Rp804 Miliar, Jembatan Ini Mampu Pangkas Waktu 2 Kota yang Tadinya 30 Menit Jadi 3 Menit

Desain jembatan ini sendiri mulai dikembangkan oleh Archibald Milne Hamilton pada tahun 1927 saat ia memimpin pembangunan Jalan Rowanduz di Irak yang merupakan rute strategis negara tersebut serta membutuhkan berbagai inovasi teknik konstruksi di dalamnya.

Kemudian pada tahun 1932, Archibald Milne Hamilton kembali mengembangkan idenya sehingga tercipta di inovasi jembatan Callender Hamilton (CH) yang dipatenkan oleh Archibald pada tahun 1935.

Jembatan Callender Hamilton ini memiliki ciri khas fisik berupa tiang penopang yang banyak dan berfungsi sebagai rangka jembatan ini.

Tiang-tiang yang banyak itu berfungsi untuk menjadi komponen prefabrikasi atau komponen yang dibuat lebih dulu daripada komponen lainnya.

Baca Juga: Dibangun di Atas Cagar Alam, Jembatan Senilai Rp60 Miliar di Bengkulu Ini Tak Boleh Dipakai Pejalan Kaki! Kok Bisa?

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayobandung.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler