Gadis Remaja Tewas Ditabrak Truk Milik PT Limpah Sejahtera di Ketapang, Keluarga Bawa Jenazah ke Kantor, Tuntut Perusahaan Bertanggung Jawab

Saturday, 3 February 2024
Gadis Remaja Tewas Ditabrak Truk Milik PT Limpah Sejahtera di Ketapang, Keluarga Bawa Jenazah ke Kantor, Tuntut Perusahaan Bertanggung Jawab
Gadis Remaja Tewas Ditabrak Truk Milik PT Limpah Sejahtera di Ketapang, Keluarga Bawa Jenazah ke Kantor, Tuntut Perusahaan Bertanggung Jawab

polhukam.id -- Sebuah kecelakaan tragis terjadi pada Jumat 2 Februari 2024 Pukul 15.00 WIB menimpa gadis remaja bernama Natalia Tiwi (14) dan merupakan siswi kelas 1 pada SMP PT Limpah Sejahtera, Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Natalia adalah puteri kedua dari Bapak Atan Raga dan Ibu Maria Masani yang berasal dari Desa Sebowuli, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menetap di Kalimantan.

Natalia yang sedang membonceng Kakaknya Reval dalam perjalanan dari tempat tinggal mereka di Perumahan P42 menuju ke sekolah di Blok R50 ditabrak oleh dump truck yang sedang melaju kencang dan penuh muatan sawit.

Baca Juga: Seorang Pelajar Berseragam Pramuka Ditemukan Tewas di Parit

Sang kakak Reval selamat, namun kritis dan langsung dilarikan ke RSUD Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan perawatan. Malang bagi Natalia. Ia terseret bersama sepeda motornya dan tewas seketika di tempat karena terlindas ban truk tersebut.

Aparat kepolisian setempat dari Sub Sektor Sungai Melayu Rayak langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengamankan sepeda motor namun truck milik PT Limpah Sejahtera yang penuh muatan sawit itu dibiarkan begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut.

Kepala Polisi Sub Sektor Sungai Melayu Rayak, IPDA Puji Manurung, mengatakan korban sudah dibawa ke puskesmas dan satu korban lagi dibawa ke rumah sakit di Ketapang.

“Selamat malam juga pak. Betul terkait informasi tersebut dan saat ini korban sudah dibawa ke puskesmas  dan satu korban lagi dibawa ke rumah sakit di Ketapang," jawabnya.

“Mengenai sopir sudah di Polres Ketapang,” jawabnya lagi.

Baca Juga: Polisi Amankan Penjual Miras yang Sebabkan Empat Pemuda Tewas

Informasi yang diperoleh polhukam.id dari keluarga, Darius Wawo, di perkebunan sawit PT Limpah Sejahtera menyampaikan bahwa, mobil dump truck itu adalah milik PT Limpah Sejahtera yang diberi nomor DT 90 dan dikendarai oleh sopir asal Bajawa bernama Gregorius Lowa yang didampingi para pemuat sawit bernama Andi Nau, Edwin Delo, bersama Krani 1 Eman Kodo.

Saat dihubungi pada Sabtu 3 Februari 2024 siang, Darius menjelaskan peristiwa naas yang dialami cucunya tersebut.

Menurut Darius, kecelakaan yang menimpa cucunya Natalia terjadi di Blok P/Q 45/46. Natalia bersama Kakaknya Reval hendak pergi ke sekolah untuk belajar sore mengendarai sepeda motor. Saat di jalan lurus terlihat sebuah dump truk penuh muatan sawit yang dikemudikan Gregorius Lowa melaju dalam kecepatan tinggi sehingga menabrak Natalia dan Reval hingga keduanya terseret dan masuk sampai ke dalam kolong mobil.

“Diduga mobil itu remnya tidak berfungsi,” kata Darius sedih.

Baca Juga: Demam Berdarah di Kota Cimahi Renggut Korban Jiwa Anak Balita

“Kemarin, hari Jumat, 1 Februari 2024 malam, dirinya bersama sejumlah keluarga langsung membawa jenazah cucunya Natalia ke Puskesmas Sungai Melayu Rayak untuk divisum, lalu dibawa ke Klinik PT Limpah Sejahtera untuk dimandikan,” jelas Darius.

Darius menuturkan juga bahwa pihak keluarga menuntut perusahaan PT Limpah Sejahtera untuk bertanggung jawab atas kematian cucunya.

Pada Jumat malam ada perwakilan PT Limpah Sejahtera yang datang menyambangi keluarga di Perumahan P42. Di saat itu terjadi dialog dari keluarga yang meminta PT Limpah Sejahtera untuk turut bertanggung jawab, dan disanggupi bahwa mereka akan datang lagi keesokan harinya (hari ini, Sabtu, 2 Februari 2024 Pukul 08.00 Pagi.

“Akan tetapi hingga jam 8 pagi pihak PT Limpah Sejahtera tidak datang sesuai waktu yang disepakati dan pihak yang mewakili PT Limpah Sejahtera datang jam 10 pagi. Mereka sampaikan bahwa mereka di PT Limpah Sejahtera tidak dapat mengambil keputusan karena harus menunggu jawaban dari Kepala Kantor Direksi (Kandir) di Pontianak. Mereka sampaikan jika Kandir dari Pontianak sedang dalam perjalanan menuju PT Limpah Sejahtera untuk berjumpa dengan keluarga dan mendiskusikan segala bentuk tanggung jawab perusahaan. Kami tunggu sampai siang dan sampai sore hari ini. Kandir tidak datang dan pihak PT Limpah Sejahtera menghilang,” terang Darius.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayobandung.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler