Dokter Palsu di Lapangan Hijau: Tragedi Elwizan Aminuddin, Sang Kondektur Bus yang Berpura-pura Jadi Ahli Kesehatan

Sunday, 4 February 2024
Dokter Palsu di Lapangan Hijau: Tragedi Elwizan Aminuddin, Sang Kondektur Bus yang Berpura-pura Jadi Ahli Kesehatan
Dokter Palsu di Lapangan Hijau: Tragedi Elwizan Aminuddin, Sang Kondektur Bus yang Berpura-pura Jadi Ahli Kesehatan

Radarbangkalan.id - Elwizan Aminuddin, seorang dokter gadungan, berhasil ditangkap oleh polisi pada pekan lalu, menandai akhir dari pelariannya selama lebih dari dua tahun.

Baca Juga: Terbongkar! Kisah Pilu Seorang Murid yang Menjadi Korban Pasca Membela Gurunya dalam Carok Mengerikan di Bangkalan

Pria berusia 42 tahun itu ditangkap di kediamannya di Cibodas, Tangerang, pada Rabu (24/1/2024). Elwizan kemudian dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Selasa (30/1/2024).

Motif Elwizan dalam memalsukan dokumen didasarkan pada alasan ekonomi, seperti yang diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian.

Sebelum terlibat sebagai dokter palsu, Elwizan bekerja sebagai kondektur bus dan memiliki usaha toko kelontong.

Baca Juga: Heboh! Rekor Carok Paling Mengerikan di Madura bukan Carok Maut Hasan Busri, Wardi dan Mat Tanjar CS

Elwizan diketahui sebagai dokter abal-abal sejak tahun 2013. Selain bekerja dengan PSS Sleman pada musim 2020-2021, Elwizan juga telah menangani beberapa klub sepak bola Tanah Air,

seperti Persita Tangerang, Barito Putera, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, PS Tira, dan Kalteng Putra. Bahkan, ia juga pernah menjadi tim medis Timnas Indonesia U-16 dan U-19.

Meskipun mengaku sebagai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) pada 2000–2007, Elwizan tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI),

Baca Juga: Geger! Carok Dimasa Kini Tidak Ada, Adanya Pengeroyokan: Budayawan Madura Kuliti Makna Carok Usai Carok Maut Hasan Tanjung dan Mat Tanjar CS

Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), maupun Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). CV yang dia lampirkan saat bekerja di PSS mencantumkan pengalaman di RS Zainal Abidin dari 2007–2010 sebagai lanjutan keprofesian kedokteran.

Kehebohan muncul ketika Elwizan, yang sempat buron, terungkap sebagai dokter palsu tanpa Surat Tanda Registrasi (STR) dan tanpa terdaftar di lembaga-lembaga resmi seperti IDI,

PDDikti, dan KKI. Manajemen PSS Sleman melaporkan pemalsuan ijazah Elwizan ke Polres Sleman pada 3 Desember 2021,

Baca Juga: Haru! Isak Tangis Mewarnai Keluarga Hasan Tanjung dan Wardi Saat Pertama Kali Keluar dari Persembunyian Usai Carok

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarbangkalan.jawapos.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler