AS Menyatakan Siap Bekerja Sama Dengan Pengganti Joko Widodo: Kami Menantikan Pemilu di Indonesia

Friday, 2 February 2024
AS Menyatakan Siap Bekerja Sama Dengan Pengganti Joko Widodo: Kami Menantikan Pemilu di Indonesia
AS Menyatakan Siap Bekerja Sama Dengan Pengganti Joko Widodo: Kami Menantikan Pemilu di Indonesia

BISNIS PEKANBARU - Seorang diplomat Amerika baru-baru ini mengatakan bahwa Amerika siap untuk melaksanakan kerja sama di bawah kemitraan strategis komprehensif yang baru-baru ini diumumkan dengan siapa pun yang memenangkan pemilihan presiden Indonesia.

Beberapa bulan yang lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Amerika Joe Biden mengumumkan peningkatan besar-besaran dalam hubungan Indonesia-AS.

Kedua negara kini berbagi kemitraan strategis komprehensif, yang merupakan status kerja sama tertinggi.

Baca Juga: Wajib Diketahui, Pentingnya Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan Karir Anda di Tempat Kerja

Dalam waktu sekitar dua minggu, masyarakat Indonesia akan memilih apakah Anies Baswedan, Prabowo Subianto, atau Ganjar Pranowo yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pergantian presiden akan menyebabkan AS menyesuaikan hubungan yang lebih baik.

Menurut Richard R Verma, wakil menteri luar negeri AS untuk manajemen dan sumber daya, hasil pemilu seharusnya tidak berdampak besar pada kemitraan ini karena kemitraan ini tidak hanya bergantung pada satu pemimpin saja.

Baca Juga: Etihad Rail Milik Uni Emirat Arat Jajaki Investasi Proyek Kereta Api Bali

“Mengenai kemitraan strategis komprehensif antara AS-Indonesia, itu benar-benar melampaui siapa pun, pemimpin, atau pejabat mana pun,” kata Verma kepada wartawan di Jakarta, Kamis malam.

“Kami menantikan pemilu. Kami akan menerapkan kemitraan strategis komprehensif ini dengan pemerintahan baru, siapa pun itu orangnya,” kata Verma.

Lembar fakta pemerintah Amerika menunjukkan bahwa Indonesia-AS berencana memperdalam kerja sama di berbagai bidang menyusul peningkatan kemitraan strategis yang komprehensif.

Baca Juga: Tak Biasa di Indonesia, Jokowi Tiru Presiden Amerika Secara Aktif Kampanyekan Capres Pilihan, Tapi Ini Bedanya

Misalnya, kedua negara ingin menciptakan rantai nilai semikonduktor global yang lebih tangguh.

AS akan memulai dengan meninjau sistem semikonduktor Indonesia saat ini, termasuk kerangka peraturan dan tenaga kerja.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bisnispekanbaru.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini