“Semua manuver politik yang terjadi saat ini, kalau menurut saya baru merupakan langkah penjajakan sekaligus tes ombak,” kata Karyono, Jumat (13/5).
Menurutnya masih ada kemungkinan formasi koalisi berubah atau bahkan tidak bertahan hingga Pilpres 2024. Sebab, koalisi yang juga akan mengusung calon presiden dan calon wakil presiden ini juga tidak mudah menentukan pilihan pasangan yang diusung.
“Koalisi itu akan terealisasi kalau sudah mencapai kesepakatan antara pasangan capresnya. Pasti ada tarik menarik, masing-masing partai punya usulan. Makanya membangun koalisi itu juga tidak mudah,” ujarnya.
Bukan tidak mungkin,lanjutnya koalisi tersebut akan menggandeng figur lain dari luar partai. Mengingat juga perlu melihat elektabilitas dari sosok yang akan mendongkrak suara dalam pemilihan nanti.
Sebelumnya Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Seusai pertemuan mereka mengumumkan terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu.
Koalisi Indonesia Bersatu memang sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold untuk Pilpres 2024. Total, ketiga partai itu menguasai 148 kursi atau melebihi ambang batas 20% kursi seperti diamanatkan Undang-Undang Pemilu.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Menko Yusril Sebut Prabowo Siapkan Program KOMCAD untuk Terpidana Kasus Narkoba
Berhasil Dilantik jadi Menteri Investasi, Rosan Roeslani Ternyata Punya Kekayaan Senilai Lebih dari 860 Miliar!
Saling Bantah Anies vs Khoirudin PKS, Ini Pernyataan Lengkap Keduanya Lewat Pesan Suara
Dewan Pakar Tak Kaget Airlangga Mundur dari Ketum Golkar: Harusnya dari Dulu!