Seperti diketahui, jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta sendiri akan berakhir pada Oktober 2022.
Zaki menilai kesuksesan Formula E bisa membuat nama Anies berada setinggi langit dan dipertimbangkan sebagai Capres 2024.
Sebaliknya jika gagal, Formula E akan tetap membawa dampak bagi Anies.
"Dampaknya pada aspek citra politik dan mungkin juga elektabilitasnya," ujar Zaki kepada GenPI.co, Rabu (25/5/2022).
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu juga menilai dana pembangunan Formula E yang tidak murah degan menyedot dana APBD.
"Kami tahu gelaran Formula E tidak murah dan menyedot banyak dana dari APBD," terang dia.
Oleh karena itu, bagi Anies, ajang tersebut secara simbolik menjadi momentum perpisahan bagi warga DKI Jakarta.
Anies diperkirakan bakal memberikan warisan yang baik dan mengesankan bagi warga Jakarta.
"Sehingga dia berharap acaranya itu sukses besar," jelasnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Respons Anies soal Gerakan Rakyat Bakal Jadi Partai Pengusungnya di Pilpres 2029
Pimpinan DPR Sebut Cara KKP Tangani Kasus Pagar Laut Menghina Akal Sehat
Buntut Disertasi, Bahlil Lahadalia Potensial Didepak dari Kabinet Menyusul Satryo Soemantri
PKS Soal Tambahan Jatah Menteri: Kami Gak Menuntut, Tapi Kalau Dikasih Gak Nolak