Seperti diketahui, sebelumnya Gibran mengaku mendapat wejangan untuk maju di pilgub oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR Puan Maharani.
"Posisi politik PDIP lebih menjelaskan Gibran diproyeksikan di Pilgub Jateng," ujar Dedi kepada GenPI.co, Rabu (22/6).
Dedi menilai PDIP telah menimbang nama Gibran lantaran pengaruh Jokowi mulai habis. "Sebab, Jokowi dipastikan tidak lagi banyak memiliki pengaruh saat pilgub itu dilaksanakan," tuturnya.
Menurutnya, Gibran hanya berpeluang menang jika bertarung di Jawa Tengah. "Lebih berpeluang karena faktor PDIP. Di luar itu, Gibran akan kesusahan untuk bersaing," ucapnya.
Dedi pun menilai Gibran akan menelan kekalahan jika ngotot ingin bertanding di DKI Jakarta. "Jakarta ke depan akan memunculkan persaingan tokoh muda yang menonjol. Salah satunya Politikus NasDem Ahmad Sharoni," ujar Dedi.
Menurut Dedi, Ahmad Sahroni berhasil mencetak nilai baik dalam perhelatan Formula E yang membuatnya makin populer.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Respons Anies soal Gerakan Rakyat Bakal Jadi Partai Pengusungnya di Pilpres 2029
Pimpinan DPR Sebut Cara KKP Tangani Kasus Pagar Laut Menghina Akal Sehat
Buntut Disertasi, Bahlil Lahadalia Potensial Didepak dari Kabinet Menyusul Satryo Soemantri
PKS Soal Tambahan Jatah Menteri: Kami Gak Menuntut, Tapi Kalau Dikasih Gak Nolak