Bule Auto Bingung, Pesawat Tempur F16 TNI AU Dicuci Manual

- Selasa, 18 Februari 2025 | 15:00 WIB
Bule Auto Bingung, Pesawat Tempur F16 TNI AU Dicuci Manual


POLHUKAM.ID -
Baru-baru ini sebuah video yang memperlihatkan cara unik TNI Angkatan Udara mencuci jet tempur F16 menjadi viral di media sosial. Bukan hanya warga Indonesia yang terkejut, seorang bule pun memberikan reaksi bingung saat melihat bagaimana pesawat tempur canggih itu dicuci secara manual, hanya menggunakan selang air dan tanpa perlengkapan khusus.

Video ini pertama kali diunggah oleh kanal YouTube Jack O’Mural dan kemudian menjadi sorotan setelah diunggah ulang oleh akun @urbanbuffet.id di Instagram. Dalam videonya, sang bule tampak tidak percaya dengan metode yang digunakan oleh TNI AU dalam merawat salah satu pesawat tempur andalannya.

Tembus Daerah Rawan Papua, KSAU Marsekal TNI Tonny Temui Satgas Kopasgat di Kenyam, Nduga
“Pria ini terlihat seperti sedang mencuci mobil, tapi sebenarnya dia sedang mencuci F16. Biasanya, jet tempur dicuci dengan peralatan khusus, air bertekanan tinggi, dan bahkan di Amerika Serikat, sudah ada robot otonom yang digunakan untuk pekerjaan ini,” ujarnya dengan nada terkejut yang dikutip pada Selasa, 18 Februari 2025. 

Tak hanya itu, ia juga menyoroti bagaimana para personel TNI AU melakukan proses pencucian dengan santai, bahkan tanpa alas kaki. 

“Video dari TNI Angkatan Udara ini memperlihatkan para personel perawatan mencuci jet tempur tanpa alas kaki, hanya menggunakan selang taman dan teknik pembersihan manual,” tambahnya. 

Kendati demikian, sang bule memuji para personel TNI AU yang dianggapnya sangat menyukai pekerjaan tersebut. Bahkan, mereka sampai turut mencuci motor setelah selesai mencuci jet tempur. 

“Namun, terlihat jelas bahwa mereka sangat mencintai pekerjaan mereka. Setelah giliran tugas mereka selesai, mereka pun mencuci sepeda motor di depan F16 dengan cara yang sama seperti mereka mencuci pesawat,” tandasnya. 

Komentar Netizen


Tak butuh waktu lama, video ini langsung ramai dikomentari oleh netizen Indonesia. Banyak yang merasa bangga dengan kesederhanaan cara TNI AU merawat pesawatnya, sementara yang lain justru mempertanyakan apakah metode ini benar-benar aman bagi pesawat tempur.

“Ini harus bangga atau sedih?.. Tolong kasih info.”

“TNI amerika ketar ketir liatnya.”

“Lebih bersih.. Lebih bonding ama pesawatnya.”

“Di luar pake cairan khusus biar bersih. INDO cukup pake SUNLIGHT.”

“Meskipun pesawat tua, itu tetap nilainya ratusan milyar lho, mestinya bapak2 TNI itu tau bagaimana menangani barang2 mahal yang dibeli dengan uang rakyatnya.”

“Jadi pesawat di negara para bule hampir semua pakai cat khusus yg bisa meminimalisir pantauan radar atau stealth mode, makanya butuh cairan khusus dan teknik khusus buat mencucinya. Sedangkan pesawat di Indonesia memang tidak menggunakan cat khusus jadi aman aja pakai sabun biasa.”

Sumber: viva

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

12

JOKO Widodo alias Jokowi sudah lengser. Tak lagi punya kekuasaan. Presiden bukan, ketua partai juga bukan. Di PDIP, Jokowi pun dipecat. Jokowi dipecat bersama anak dan menantunya, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Bobbby Nasution. Satu paket. Anak bungsu Jokowi punya partai, tapi partainya kecil. Yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai gurem ini tidak punya anggota di DPR RI. Di Pemilu 2024, partai yang dipimpin Kaesang ini memperoleh suara kurang dari empat persen. Pada posisi seperti ini, apakah Jokowi lemah? Jangan buru-buru menilai bahwa Jokowi lemah. Lalu anda yakin bisa penjarakan Jokowi? Sabar! Semua ada penjelasan ilmiahnya. Semua ada hitung-hitungan politiknya. Manusia satu ini unik. Lain dari yang lain. Langkah politiknya selalu misterius. Tak mudah ditebak. Publik selalu terkecoh dengan manuvernya. Anda tak pernah menyangka Gibran jadi walikota, lalu jadi wakil presiden sebelum tugasnya sebagai walikota selesai. Anda tak pernah menyangka Kaesang jadi ketum PSI. Prosesnya begitu cepat. Tak ada yang prediksi Airlangga Hartarto mundur mendadak dari ketum Golkar. Anda juga tak pernah menyangka suara PDIP dan Ganjar Pranowo dibuat seragam yaitu 16 persen di Pemilu 2024. Persis sesuai yang diinginkan Jokowi. Anda nggak pernah sangka UU KPK direvisi. UU Minerba diubah. Desentralisasi izin tambang diganti jadi sentralisasi lagi. Omnibus Law lahir. IKN dibangun. PIK 2 jadi PSN. Bahkan rektor universitas dipilih oleh menteri. Ini out of the box. Nggak pernah ada di pikiran rakyat. Tapi, semua dengan begitu mudah dibuat. Mungkin anda nggak pernah berpikir mobil Esemka itu bodong. Anda juga nggak pernah menyangka ketua FPI dikejar dan akan dieksekusi oleh aparat di jalanan. Juga nggak pernah terlintas di pikiran ada Panglima TNI dicopot di tengah jalan. Ini semua adalah langkah out of the box. Tak pernah terlintas di kepala anda. Di kepala siapa pun. Ketika anda berpikir Jokowi melemah pasca lengser, ternyata orang-orang Jokowi masuk kabinet. Jumlahnya masih cukup banyak dan signifikan. Ketua KPK, Jaksa Agung dan Kapolri sekarang adalah orang-orang yang dipilih di era Jokowi. Ketika anda tulis Adili Jokowi di berbagai tempat, Kaesang, anak Jokowi justru pakai kaos putih bertuliskan Adili Jokowi. Pernahkah Anda menyangka ini akan terjadi? Teriakan Adili Jokowi kalah kuat gaungnya dengan teriakan Hidup Jokowi. Ini tanda apa? Jelas: Jokowi masih kuat dan masih punya kesaktian. Semoga pemimpin zalim seperti Jokowi Allah hancurkan. inilah doa sejumlah ustaz yang seringkali kita dengar. Apakah Jokowi hancur? Tidak! Setidaknya hingga saat ini. Esok? Nggak ada yang tahu. Dan kita bukan juru ramal yang pandai menebak masa depan nasib orang. Kalau cuma 1.000 sampai 2.000 massa yang turun ke jalan untuk adili Jokowi, nggak ngaruh. Ngaruh secara moral, tapi gak ngaruh secara politik. Beda kalau satu-dua juta mahasiswa duduki KPK, itu baru berimbang. Emang, selain 1998, pernah ada satu-dua juta mahasiswa turun ke jalan? Belum pernah! Massa mahasiswa, buruh dan aktivis saat ini belum menemukan isu bersama. Isu Adili Jokowi tidak terlalu kuat untuk mampu menghadirkan satu-dua juta massa. Kecuali ada isu lain yang menjadi triggernya. Contoh? Gibran ngebet jadi presiden dan bermanuver untuk menggantikan Prabowo di tengah jalan, misalnya. Ini bisa memantik kemarahan massa untuk terkonsentrasi kembali pada satu isu. Contoh lain: ditemukan bukti yang secara meyakinkan mengungkap kejahatan dan korupsi Jokowi, misalnya. Ini bisa jadi trigger isu. Ini baru out of the box vs out of the box. Tagar Adili Jokowi bisa leading. Kalau cuma omon-omon, ya cukup dihadapi oleh Kaesang yang pakai kaos Adili Jokowi. Demo Adili Jokowi lawannya cukup Kaesang saja. Jokowi terlalu tinggi untuk ikut turun dan menghadapinya. Sampai detik ini, Jokowi masih terlalu perkasa untuk dihadapi oleh 1.000-2.000 massa yang menuntutnya diadili. rmol.id *Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

👁 5 Views