POLHUKAM.ID - Akademisi Cross Culture Ali Syarief mengaku dapat info A1.
"Jadi tambah yakin, kalau dia itu suka nyabu. Infonya A1," ujar @alisyarief di X.
Netizen pun menyebut sudah kelihatan jelas dari mata dan perilakunya.
"Dari ciri2 fisik dan perilakunya sih yakin bgt bang," komen akun X @akuntwiter968.
"Dari mata maupun gestur tubuhnya sj sdh terlihat," ujar @ENS53311139.
"Memang pelaku! Dari cara bicara, matanya sangat jelas terlihat😂," komen @Daniess_73.
"Wow....luar biasa. lengkap sudah dengan semua ketololan nya," komen @Rudetiawanst.
"Dah kelihatan dengan jelas Prof. dari prilaku yg suka bengong, pikiran kosong dan linglung itu efek dari narkoba," ujar akun X @jabangtetuko007.
Ada pula yang mendoakan si dia mati OD (over dosis).
"Doain mati OD boleh nggak? Bagus beritanya buat kampanye anti narkoba 😎," komen @malesbangunaja.
👇👇
Jadi tambah yakin, kalau dia itu suka nyabu. Infonya A1.
— Ali Syarief - アリ・シャリーフ (@alisyarief) February 14, 2025
Dah klhtan dg jls Prof. dari prilaku yg suka bengong, pikiran kosong dan linglung itu efek dari narkoba.
— jabang tetuko (@jabangtetuko007) February 14, 2025
Semoga dlm waktu dekat Allaah buka tabir ini....
— ❤️Novie Anwar❤️ (@BarisanOpOsisi) February 15, 2025
Semoga blm genap 1 thn ini bocil di makzulkan.
Makanya tidak menuduh. Urusan "yakin" - tidak bisa di salahkan. Namanya yakin "keris sakti saja di percaya"..Tidak salah wong yakin!. Ngerti?
— Ali Syarief - アリ・シャリーフ (@alisyarief) February 15, 2025
*** *** ***
'Ciri-Ciri Pecandu Narkoba'
Ini tidak dimaksudkan untuk mencurigai seseorang. Sekedar berbagi, ciri-ciri mereka yang suka dengan narkoba.
Penyalahgunaan narkoba dapat terlihat dari sejumlah ciri fisik dan perilaku yang muncul akibat efek zat psikoaktif pada tubuh dan pikiran pengguna.
Mengidentifikasi tanda-tanda ini bisa membantu mendeteksi orang yang mungkin sedang dalam pengaruh atau kecanduan narkoba.
Berikut ini adalah beberapa ciri utama yang kerap terlihat pada mata, fisik, dan cara berbicara para pengguna narkoba:
1. Mata
- Pupil yang tidak normal: Salah satu tanda yang paling mencolok pada mata pengguna narkoba adalah ukuran pupil yang berubah, sering kali sangat melebar atau mengecil.
Misalnya, pengguna obat jenis stimulan seperti amfetamin atau kokain cenderung memiliki pupil melebar, sedangkan pengguna opioid biasanya memiliki pupil sangat kecil.
- Mata merah dan berair: Pengguna ganja atau beberapa jenis narkoba lainnya dapat mengalami mata merah akibat pelebaran pembuluh darah pada mata.
- Kelopak mata berat atau sayu: Mata yang tampak berat atau sayu sering muncul pada pengguna yang berada di bawah pengaruh narkoba jenis depresan, seperti benzodiazepin atau opioid, yang memberikan efek menenangkan dan mengantuk.
2. Fisik
- Perubahan berat badan drastis: Penyalahgunaan narkoba seperti kokain atau methamphetamine dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat karena menekan nafsu makan.
Sebaliknya, beberapa obat yang menenangkan dapat menyebabkan kenaikan berat badan akibat meningkatnya rasa lapar.
- Tremor atau gemetaran: Efek stimulasi pada sistem saraf pusat, terutama dari penggunaan stimulan seperti kokain atau methamphetamine, dapat memicu tremor atau gemetar tak terkendali pada tangan atau bagian tubuh lain.
- Kesehatan kulit yang menurun: Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan masalah kulit, termasuk luka yang sulit sembuh, ruam, atau infeksi.
Pengguna methamphetamine, misalnya, sering menunjukkan bekas luka atau infeksi di kulit akibat kebiasaan menggaruk berlebihan.
- Kerusakan gigi: Narkoba jenis tertentu, khususnya methamphetamine, dapat menyebabkan kerusakan gigi parah (dikenal dengan istilah “meth mouth”), ditandai dengan gigi yang patah atau rapuh dan infeksi gusi.
3. Bicara dan Perilaku
- Cara bicara tidak jelas atau melantur: Banyak pengguna narkoba, terutama yang berada di bawah pengaruh obat penenang atau alkohol, akan mengalami kesulitan berbicara dengan jelas.
Kata-kata mereka mungkin terucap lambat atau tidak nyambung, kadang disertai tawa atau ekspresi yang tidak sesuai.
- Perubahan suasana hati yang ekstrem: Penyalahgunaan narkoba sering menyebabkan perubahan suasana hati yang tajam.
Pengguna stimulan mungkin tampak terlalu bersemangat, bicara terus menerus, atau hiperaktif. Di sisi lain, pengguna depresan atau opioid bisa menjadi sangat pendiam, murung, atau emosional secara tiba-tiba.
- Kehilangan minat pada aktivitas harian: Seiring kecanduan berkembang, pengguna narkoba sering kehilangan minat dalam kegiatan yang sebelumnya mereka sukai, seperti bekerja, sekolah, atau berinteraksi sosial.
Mereka cenderung lebih tertutup, memiliki lingkaran sosial yang berubah, dan menghabiskan lebih banyak waktu sendiri atau dengan kelompok pengguna lainnya.
Penutup
Memahami tanda-tanda ini penting untuk memberikan bantuan atau mengarahkan pengguna pada program rehabilitasi.
Namun, diagnosis yang tepat dan bantuan profesional tetap diperlukan, karena beberapa gejala ini dapat pula disebabkan oleh kondisi medis atau psikologis lainnya.
Bagi keluarga dan teman, memperhatikan tanda-tanda fisik dan perilaku ini dengan empati dan respons yang tepat adalah langkah awal dalam memberikan dukungan dan pertolongan yang dibutuhkan. ***
Artikel Terkait
JOKOWI: Mantan Presiden Tanpa Kemuliaan, Kehormatan dan Penghormatan
Presiden Prabowo Menghadapi Pedang Bermata Dua
JOKO Widodo alias Jokowi sudah lengser. Tak lagi punya kekuasaan. Presiden bukan, ketua partai juga bukan. Di PDIP, Jokowi pun dipecat. Jokowi dipecat bersama anak dan menantunya, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Bobbby Nasution. Satu paket. Anak bungsu Jokowi punya partai, tapi partainya kecil. Yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai gurem ini tidak punya anggota di DPR RI. Di Pemilu 2024, partai yang dipimpin Kaesang ini memperoleh suara kurang dari empat persen. Pada posisi seperti ini, apakah Jokowi lemah? Jangan buru-buru menilai bahwa Jokowi lemah. Lalu anda yakin bisa penjarakan Jokowi? Sabar! Semua ada penjelasan ilmiahnya. Semua ada hitung-hitungan politiknya. Manusia satu ini unik. Lain dari yang lain. Langkah politiknya selalu misterius. Tak mudah ditebak. Publik selalu terkecoh dengan manuvernya. Anda tak pernah menyangka Gibran jadi walikota, lalu jadi wakil presiden sebelum tugasnya sebagai walikota selesai. Anda tak pernah menyangka Kaesang jadi ketum PSI. Prosesnya begitu cepat. Tak ada yang prediksi Airlangga Hartarto mundur mendadak dari ketum Golkar. Anda juga tak pernah menyangka suara PDIP dan Ganjar Pranowo dibuat seragam yaitu 16 persen di Pemilu 2024. Persis sesuai yang diinginkan Jokowi. Anda nggak pernah sangka UU KPK direvisi. UU Minerba diubah. Desentralisasi izin tambang diganti jadi sentralisasi lagi. Omnibus Law lahir. IKN dibangun. PIK 2 jadi PSN. Bahkan rektor universitas dipilih oleh menteri. Ini out of the box. Nggak pernah ada di pikiran rakyat. Tapi, semua dengan begitu mudah dibuat. Mungkin anda nggak pernah berpikir mobil Esemka itu bodong. Anda juga nggak pernah menyangka ketua FPI dikejar dan akan dieksekusi oleh aparat di jalanan. Juga nggak pernah terlintas di pikiran ada Panglima TNI dicopot di tengah jalan. Ini semua adalah langkah out of the box. Tak pernah terlintas di kepala anda. Di kepala siapa pun. Ketika anda berpikir Jokowi melemah pasca lengser, ternyata orang-orang Jokowi masuk kabinet. Jumlahnya masih cukup banyak dan signifikan. Ketua KPK, Jaksa Agung dan Kapolri sekarang adalah orang-orang yang dipilih di era Jokowi. Ketika anda tulis Adili Jokowi di berbagai tempat, Kaesang, anak Jokowi justru pakai kaos putih bertuliskan Adili Jokowi. Pernahkah Anda menyangka ini akan terjadi? Teriakan Adili Jokowi kalah kuat gaungnya dengan teriakan Hidup Jokowi. Ini tanda apa? Jelas: Jokowi masih kuat dan masih punya kesaktian. Semoga pemimpin zalim seperti Jokowi Allah hancurkan. inilah doa sejumlah ustaz yang seringkali kita dengar. Apakah Jokowi hancur? Tidak! Setidaknya hingga saat ini. Esok? Nggak ada yang tahu. Dan kita bukan juru ramal yang pandai menebak masa depan nasib orang. Kalau cuma 1.000 sampai 2.000 massa yang turun ke jalan untuk adili Jokowi, nggak ngaruh. Ngaruh secara moral, tapi gak ngaruh secara politik. Beda kalau satu-dua juta mahasiswa duduki KPK, itu baru berimbang. Emang, selain 1998, pernah ada satu-dua juta mahasiswa turun ke jalan? Belum pernah! Massa mahasiswa, buruh dan aktivis saat ini belum menemukan isu bersama. Isu Adili Jokowi tidak terlalu kuat untuk mampu menghadirkan satu-dua juta massa. Kecuali ada isu lain yang menjadi triggernya. Contoh? Gibran ngebet jadi presiden dan bermanuver untuk menggantikan Prabowo di tengah jalan, misalnya. Ini bisa memantik kemarahan massa untuk terkonsentrasi kembali pada satu isu. Contoh lain: ditemukan bukti yang secara meyakinkan mengungkap kejahatan dan korupsi Jokowi, misalnya. Ini bisa jadi trigger isu. Ini baru out of the box vs out of the box. Tagar Adili Jokowi bisa leading. Kalau cuma omon-omon, ya cukup dihadapi oleh Kaesang yang pakai kaos Adili Jokowi. Demo Adili Jokowi lawannya cukup Kaesang saja. Jokowi terlalu tinggi untuk ikut turun dan menghadapinya. Sampai detik ini, Jokowi masih terlalu perkasa untuk dihadapi oleh 1.000-2.000 massa yang menuntutnya diadili. rmol.id *Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Rans Nusantara Hebat Milik Raffi Ahmad dan Kaesang Tutup Mulai Akhir Februari 2025