"Secara tidak langsung ini menampar wajahnya teman-teman PDIP lewat Projo," kata Adi Prayitno.
Meski Jokowi tidak secara terbuka menyebut dukungannya kepada Gubernur Jawa Tengah itu, akan tetapi para kader PDIP sudah bisa menilai bahwa kehadiran Ganjar di acara Rakernas Projo, Magelang tidak mungkin tanpa restu dari Jokowi.
"Dan enggak mungkin Projo bikin acara (Rakernas V di Magelang) tanpa restunya Jokowi," tegasnya.
Untuk itu, lanjut Adi, sangat wajar jika para kader PDI Perjuangan tersinggung dengan manuver pernyataan bersayap dari Jokowi tersebut.
Apalagi, lanjut dosen UIN Syarif Hidayatullah itu, selama ini Ganjar dinilai tidak memberikan kontribusi nyata bagi partainya, hanya mementingkan target elektoral pribadinya saja.
"Berbeda dengan Puan, yang setiap kunjungan daerah dia datangi DPC-DPC, demi konsolidasi dan kesolidan partai," tegasnya.
Adi menambahkan di internal PDI Perjuangan sendiri saat ini sudah makin mengeras dukungan kepada Puan Maharani, tak ada tawar menawar lagi dan sudah jadi harga mati.
Bahkan, ia menangkap perang sudah semakin terbuka antara pendukung Ganjar dan pendukung Puan.
"Semakin Puan di-bully semakin keras pula 'tanduk' kader PDIP menyerang Ganjar. Hari ini yang terjadi adalah Puan itu di-bully oleh pendukung Ganjar, bukan pendukung Anies, bukan pendukung Prabowo atau Sandiaga Uno," tegasnya.
Adi menilai hubungan Jokowi dan Megawati akan semakin runyam akibat pernyataan bersayap Jokowi di acara Rakernas Projo. Dengan demikian, semakin sulit pula Ganjar mendapat restu dari Megawati untuk maju menjadi capres.
"Ke depan akan semakin runyam hubungan antara Jokowi dan Megawati," tutupnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Terungkap! Aplikasi Coretax Ternyata Menelan Anggaran Rp 1.6 Triliun, Ada Tambahan Biaya 300 Miliar!
Detik-detik Geng Rusia Pakai Rompi Polisi Rampok Warga Ukraina di Bali, Kerugian 3.2 Miliar!
Agar Petani Tidak Rugi, Prabowo Minta Bulog Wajib Beli Gabah Rp 6.500 Per Kilogram
LHKPN Raffi Ahmad, Harta 1 Triliun, Punya 45 Tanah dan 23 Kendaraan