Menurut Khairul, kawasan IKN Nusantara memiliki kerentanan militer yang mana potensi ancaman itu nyata bisa terjadi.
"Kerentanan dan potensi ancaman itu dari perkembangan teknologi dan konsep perang modern," ujar Khairul kepada GenPI.co, Jumat (20/5).
Khairul menjelaskan bahwa masa depan pertahanan Indonesia harus disikapi serius.
Sebab, tidak ada wilayah yang benar-benar aman dari serangan militer.
"Jadi, tidak ada lokasi yang bisa dikatakan benar-benar aman, bahkan lubang semut sekali pun," jelasnya.
Oleh karena itu, Khairul mengatakan, persepsi perang konvensional tidak lagi bisa menjadi salah satu acuan menyusun strategi pertahanan.
Menurutnya, hal itu terjadi karena selalu ada cara menembus pertahanan lawan dan melancarkan serangan militer.
"Persepsi perang konvensional itu tidak bisa jadi acuan membangun kapabilitas dan menyusun strategi pertahanan," jelasnya.
Dia menambahkan, perang modern akan lebih mengancam IKN Nusantara karena ada serangan dari kendali jarak jauh.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Rans Nusantara Hebat Milik Raffi Ahmad dan Kaesang Tutup Mulai Akhir Februari 2025
PANAS! AHY Singgung Pengkhianatan Anies Baswedan di Pilpres 2024: Kita Ditinggal Begitu Saja, Masih Ingat?
Rans Nusantara Hebat Gulung Tikar, Raffi Ahmad-Kaesang Kena Sentil: Bisnis Bangkrut Kok Tambah Kaya?
Dony Oskaria Jadi Direksi Danantara, Pernah Disindir DPR Terkait Saham Usaha Raffi Ahmad