Ilham tidak bisa bermain bola, sepeda, atau sekedar menghabiskan waktu bercanda bersama teman-teman sebaya. Pasalnya, ia harus menjajakan arumanis (gulali kapas) berkeliling pasar di dekat tempat tinggalnya.
Arumanis diracik dan dikemas oleh ibunya, Sumarni, di rumah. Si ibu, terpaksa tinggal di rumah, karena harus menjaga adik Ilham, Nayla, yang menyandang disabilitas fisik dan intelektual.
Informasi tentang Ilham terdengar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos), Sentra Wirajaya Makassar. Sejalan dengan arahan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini agar melakukan respons cepat setiap permasalahan yang dihadapi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tersebut, Sentra Wirajaya Makassar melakukan respons cepat.
"Pada 18 Juni, kami dari Sentra Wirajaya Makassar menurunkan tim untuk melakukan asesmen komprehensif terhadap Ilham dan keluarga. Kami memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh dan memastikan potensi yang dimiliki PPKS dapat dikembangkan untuk meningkatkan keberfungsian sosialnya," kata Kepala Sentra Wirajaya Makassar Syaiful Samad dalam siaran pers, Kamis (23/6/2022).
Dari hasil asesmen, permasalahan yang dialami keluarga Ilham cukup kompleks. Selain berasal dari keluarga tidak mampu, mereka belum tersentuh bantuan dari program pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Mereka tidak mampu membiayai perawatan atau pengobatan Nayla karena memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan Mandiri," kata Pekerja Sosial Sentra Wirajaya Makassar Ichwan.
Ayah Ilham, Jumakking (52) mengalami keterbatasan mobilitas karena kakinya sakit dan tidak bisa berdiri lama. Dulu, Jumakking yang merintis usaha berjualan gulali kapas berkeliling kampung dan sekolah-sekolah. Tapi sejak sakit, terpaksa usaha tersebut dilanjutkan Ilham.
Dari hasil asesmen, Sentra Wirajaya melakukan beberapa langkah intervensi. Pertama, mengganti tungku arumanis yang baru dan telah memberikan alat cup sealer, sehingga produk gulali yang dijual dapat dipasarkan ke toko-toko kelontong dan peran orangtua dapat kembali berfungsi sebagai pengampu perekonomian keluarga.
Sentra Wirajaya telah melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan dan telah berkordinasi dengan Dinas Sosial Makassar agar Kartu BPJS Kesehatan PPKS dapat dialihkan ke Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai bentuk Jaminan Perlindungan Sosial kepada PPKS.
Kepada Ilham, diberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa pemenuhan kebutuhan hidup layak (sembako, tambahan nutrisi anak, dan perlengkapan sekolah). Kepada Nayla, Sentra memberikan alat bantu aksesibilitas berupa kursi roda adaptif, tambahan nutrisi anak, perlengkapan kebersihan diri, pemberian family support terkait pengasuhan anak dan pemberian fisioterapi di Kantor Sentra Wirajaya Makassar.
Atas bantuan Kementerian Sosial, keluarga Ilham menyampaikan ucapan terima kasih. "Terima kasih atas bantuan Kemensos. Semoga bapak/ibu mendapat balasan setimpal dari Allah SWT," kata Sumarni dan suami.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Tangki Kilang Minyak Pertamina Cilacap Terbakar, Netizen: Upaya Hilangkan Barang Bukti?
Keceplosan! Karni Ilyas Mengaku Bahwa ILC Dibredel Oleh Jokowi
AJAIB! Perangkat Desa Sanggup Bayar Denda Pagar Laut Rp48 Miliar
Suami di Penjara, Istri di Palembang Digerebek Warga Simpan Pria Lain di Rumah