POLHUKAM.ID - Kedutaan Besar Israel di Inggris 'kebakaran jenggot'. Mereka melancarkan serangan tak terduga terhadap wali kota London terkait pesan Hari Raya Idul Fitri. Kedubes Israel, Kamis (3/4/2025) menuding Sadiq Khan telah menyebarkan propaganda Hamas.
Seperti dilaporkan MEE, Khan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 30 Maret dengan mengunggah video daring yang mengungkapkan ucapan selamat terhangatnya kepada semua orang yang merayakan akhir bulan suci Ramadhan.
Ia mengakui bahwa bagi banyak orang, kebahagiaan yang biasa dirasakan selama Hari Raya Idul Fitri akan diredam oleh penderitaan dan pembunuhan yang mengerikan yang terus berlanjut di Sudan dan Palestina.
"Lebih dari 50.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sebagai akibat dari kampanye militer Israel yang sedang berlangsung, termasuk lebih dari 15 ribu anak-anak. Sementara di Sudan, puluhan ribu orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi akibat perang yang menghancurkan yang kini memasuki tahun ketiga," ujarnya.
"Pengkhianatan terhadap kemanusiaan ini seharusnya sangat membebani hati nurani kolektif kita. Namun, saya bangga, bahwa sementara masyarakat internasional telah memilih untuk mengalihkan pandangannya, tapi warga London tidak."
Beberapa hari kemudian, kedutaan besar Israel angkat untuk menyatakan bahwa mereka sangat kecewa dengan pesan Idul Fitri wali kota tersebut.
Duta Besar Israel, Tzipi Hotovely, dikenal sebagai garis keras yang selama bertahun-tahun menentang kemungkinan berdirinya negara Palestina. Kantor Sadiq Khan menanggapi bahwa ia telah 'berulang kali' mengecam Hamas.
Intervensi yang terlambat
Dalam serangan terhadap Khan, kedutaan Israel mengatakan, perang tersebut merupakan hasil dari serangan brutal dan mengerikan oleh Hamas, organisasi terlarang di Inggris, yang diberlakukan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
"Sangat mengkhawatirkan bahwa di seluruh pesan tersebut, tidak ada penyebutan Hamas atau kutukan apa pun terhadap terorisme dan seruan untuk pembebasan 59 sandera yang ditahan dalam kondisi yang mengerikan dan tidak manusiawi."
Pernyataan kedutaan tersebut menyusul serangan luas terhadap Khan dan pesan Idulfitrinya oleh akun media sosial sayap kanan dan pro-Israel di X.
Seorang juru bicara kantor wali kota mengatakan pada Kamis sore, wali kota telah berulang kali menyampaikan kemarahannya atas serangan Hamas terhadap Israel dan mengutuk keras tindakan terorisme ini.
"Dia sangat sedih atas hilangnya semua nyawa dan terus mendukung seruan untuk gencatan senjata permanen."
Kedutaan Besar Israel mengeklaim bahwa angka-angka Khan tentang korban Palestina berasal dari propaganda Hamas dan "tidak berdasarkan fakta.
Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengatakan bahwa kementerian kesehatan Palestina, sumber nyata dari jumlah korban tewas yang dikutip Khan, 'dapat dipertanggungjawabkan'.
David Lammy, yang sekarang menjadi menteri luar negeri Inggris, tampaknya merujuk ke sumber yang sama ketika dia mengatakan bahwa lebih dari 28 ribu orang telah kehilangan nyawa, wanita dan anak-anak. Ia menyebut jumlah korban tewas itu mengerikan.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan pada November 2024 bahwa hampir 70 persen dari orang yang diverifikasi yang dibunuh di Gaza oleh tentara Israel adalah wanita dan anak-anak.
Pada bulan Januari, jurnal medis The Lancet menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan jumlah korban terbunuh bisa 40 persen lebih tinggi daripada angka resmi yang dilaporkan oleh kementerian kesehatan Palestina. (*)
Artikel Terkait
MK Korsel Sahkan Pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol: Perbuatannya Merusak Konstitusi!
Trump Ancam Bom Iran, Rusia Pasang Badan
Ngeri! Remaja Singapura Rencanakan Pembunuhan 100 Muslim di 5 Masjid saat Salat Jumat
Kejam! Israel Jatuhkan Bom Saat Warga Palestina Rayakan Idul Fitri, Puluhan Orang Tewas