Mengingat partai tersebut dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi, India lantas banjir kecaman dari berbagai negara, khususnya negara muslim, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Indonesia.
Lembaga-lembaga muslim pun tak tinggal diam. Mereka menuntut tindakan nyata untuk mengakhiri tindakan Islamofobia semacam itu.
Lantas, siapakah Nupur Sharma yang telah mencoreng pemerintah India? Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 fakta penting Nupur Sharma.
Sharma menempuh pendidikannya di Delhi Public School (DPS) dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Hindu College of University of Delhi.
Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari universitas yang sama. Wanita kelahiran New Delhi ini pun melanjutkan pendidikannya di London School of Economics.
Sharma sudah aktif berpolitik sejak masih menjadi mahasiswa. Ia juga didapuk sebagai Duta Mengajar India dari Juli 2009 hingga Juni 2010.
Karier politik Sharma dimulai pada 2008 ketika ia terpilih sebagai presiden Persatuan Mahasiswa Universitas Delhi. Ia lantas bekerja dengan sayap pemuda BJP.
Wanita 37 tahun ini telah memegang berbagai jabatan penting di BJP, seperti Anggota Komite Eksekutif Nasional sayap pemuda BJP (BJYM), Penanggung Jawab Media Nasional BJYM, Anggota Kerja 'Yuva' BJP, dan Anggota Komite Eksekutif Negara, BJP Delhi.
Pada 2015, Sharma diangkat sebagai juru bicara BJP. Ia pun berpartisipasi dalam berbagai debat di media untuk mewakili partainya.
Pada tahun yang sama, Sharma bertarung memperebutkan kursi Majelis New Delhi melawan mantan Ketua Menteri sekaligus ketua Partai Aam Aadmi (AAP) Arvind Kejriwal. Namun, ia kalah oleh Kejriwal.
Pada 27 Mei, Sharma berpartisipasi dalam debat di kanal TV Times Now soal perselisihan Masjid Gyanvapi. Dalam acara itu, ia membahas pernikahan Nabi Muhammad dan Aisyah hingga membawa-bawa salah satu hadis.
Video pernyataannya lantas disebarluaskan di media sosial oleh salah satu pendiri Alt News, Mohammed Zubair.
Sharma menuduh video itu banyak disunting dan dipotong. Namun, tuduhannya dibantah oleh pendiri Alt News lainnya, Pratik Sinha, yang kemudian menyertakan video lebih panjang untuk menunjukkan konteksnya.
Times Now lantas menghapus video acara tersebut di kanal YouTube-nya.
Pernyataan Sharma telah memicu kerusuhan antarumat beragama di Kanpur, Uttar Pradesh. Lebih dari 40 orang terluka dan lebih dari 1.500 orang didakwa terkait kekerasan tersebut.
Pernyataannya juga menuai reaksi keras dari negara-negara Islam, seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Para duta besar India di negara-negara itu bahkan sampai dipanggil untuk menerima surat protes.
Kecaman juga datang dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyebutnya mengandung konteks mengintensifkan kebencian dan pelecehan terhadap Islam di India dan praktik sistematis terhadap Muslim.
Akibat kontroversi ini, Nupur Sharma diskors dari jabatannya sebagai juru bicara BJP. Ia juga telah meminta maaf melalui Twitter.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Jenderal IRGC: Israel akan Dilenyapkan Lewat Serangan Besar pada Saat yang Tepat
Israel Lansir Video Perlakukan Dr. Abu Safiya Bagai Kriminal
Mendunia! Media Asing Soroti Demo Mahasiswa #IndonesiaGelap
Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia Masih Misteri, Media Arab Saudi Ikut Heran