Dalam upaya yang jelas untuk mengirim pesan ke Kremlin, John J. Sullivan, duta besar AS yang ditunjuk oleh Presiden Donald Trump, mengatakan kepada kantor berita negara Rusia TASS bahwa Washington dan Moskow tidak boleh begitu saja memutuskan hubungan diplomatik.
"Kita harus menjaga kemampuan untuk berbicara satu sama lain," kata Sullivan kepada TASS dalam sebuah wawancara.
Sullivan memperingatkan terhadap penghapusan karya-karya Leo Tolstoy dari rak buku Barat atau menolak untuk memainkan musik Pyotr Tchaikovsky.
Pernyataannya dilaporkan oleh TASS dalam bahasa Rusia dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Reuters.
"Mereka bisa --ada kemungkinan itu, meskipun saya pikir itu akan menjadi kesalahan besar. Seperti yang saya pahami, pemerintah Rusia telah menyebutkan varian pemutusan hubungan diplomatik," katanya, ketika ditanya oleh TASS analogi itu berarti kedutaan bisa ditutup.
"Kita tidak bisa begitu saja memutuskan hubungan diplomatik dan berhenti berbicara satu sama lain," ujarnya.
"Satu-satunya alasan saya dapat berpikir bahwa Amerika Serikat mungkin terpaksa menutup kedutaannya adalah jika menjadi tidak aman untuk melanjutkan pekerjaannya," kata Sullivan.
Ditanya bagaimana hubungan akan berkembang, Sullivan, seorang pengacara berusia 62 tahun, mengatakan dia tidak tahu tetapi menambahkan bahwa dia berharap suatu hari akan ada pemulihan hubungan.
"Jika saya bertaruh, saya akan mengatakan mungkin tidak seumur hidup saya," pungkas dia.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Pesawat Penumpang Tabrakan dengan Helikopter, Jatuh di Sungai Potomac Washington
Pembakar AL-QUR'AN, Salwan Momika Tewas Ditembak
Rumah Mewah Bekas Adele Tak Laku Gara-gara Rumor Angker
Selena Gomez Menangis Ditengah Isu Deportasi Massal Warga Meksiko