Kabinet Sri Lanka pada Senin (13/6/2022) malam menyetujui proposal bagi pekerja sektor publik untuk diberikan cuti setiap Jumat selama tiga bulan ke depan.
Langkah ini diambil karena negara kekurangan bahan bakar. Pemerintah juga mendorong mereka untuk bertani.
"Sangat tepat untuk memberikan cuti satu hari kerja kepada pejabat pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan pertanian di halaman belakang mereka atau di tempat lain sebagai solusi untuk kekurangan pangan yang diharapkan," kata kantor informasi pemerintah dalam pernyataan.
Sri Lanka telah dilanda kekurangan devisa sehingga kesulitan untuk membayar impor bahan bakar, makanan, dan obat-obatan yang kritis. Penduduk Sri Lanka harus mengantri di pom bensin selama berjam-jam. Mereka juga telah mengalami pemadaman listrik selama berbulan-bulan.
Depresiasi mata uang, kenaikan harga komoditas global dan kebijakan melarang pupuk kimia mendorong inflasi makanan menjadi 57 persen pada April.
Pemerintah sedang dalam pembicaraan untuk paket bailout dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan, bulan ini Sri Lanka membutuhkan setidaknya 5 miliar dolar AS untuk memenuhi impor penting.
Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa, mereka siap membantu Sri Lanka. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe pada Senin.
"Selama masa-masa yang menantang secara ekonomi dan politik ini, AS siap bekerja dengan Sri Lanka, dalam koordinasi yang erat dengan Dana Moneter Internasional dan komunitas internasional," kata Blinken.
Sebelumnya, dalam wawancara Associated Press pada Sabtu (11/6), Wickremesinghe tak menampik kemungkinan membeli minyak kepada Rusia. Saat ini sebagian besar negara Barat memutus impor bahan bakar dari Rusia sebagai bentuk sanksi atas invasi Rusia di Ukraina.
Menurut Wickremesinghe, Rusia juga saat ini menawarkan gandum. Rusia adalah pemasok sekitar 30 persen pasar gandum global. Ia memperkirakan kelangkaan pangan di negaranya akan berlangsung hingga 2024.
Indikasi lainnya, Wickremesinghe juga mengisyaratkan kemungkinan untuk menerima kucuran dana dari Cina. Ini akan dilakukan meski Sri Lanka sedang dicekik utang.
Sumber: republika.id
Artikel Terkait
Jenderal IRGC: Israel akan Dilenyapkan Lewat Serangan Besar pada Saat yang Tepat
Israel Lansir Video Perlakukan Dr. Abu Safiya Bagai Kriminal
Mendunia! Media Asing Soroti Demo Mahasiswa #IndonesiaGelap
Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia Masih Misteri, Media Arab Saudi Ikut Heran