WHO melihat detail sifat varian baru Omicron itu belum bisa dipastikan sifatnya.
Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove mengatakan BA.4 dan BA.5 tampaknya tidak lebih menular atau mematikan daripada mutasi omicron asli sejauh ini.
Van Kerkhove menekankan perlunya mempertahankan sistem pengawasan genom yang "kuat" yang akan memungkinkan negara melacak dan menganalisis dua subvarian serta versi omicron sebelumnya.
"Ini masih awal, dan bisa meledak jika tak mendapatkan perhatian," kata Van Kerkhove melalui media sosial organisasi tersebut, Senin (13/6/2022).
"Kami terus memiliki kemampuan untuk melacak, kemampuan berbagi, dan kemampuan menganalisis sehingga kami dapat menjawab pertanyaan seperti ini," sambungnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan bila pelonggaran masker masih dalam tahap evaluasi.
Sehingga penerapannya melihat situasi apabila ada lonjakan akan diperketat kembali.
"Jadi pelonggaran masker di luar ruangan terbuka akan tetap kami evaluasi. Apabila ada peningkatan kasus covid-19 kita perketatkan protokol kesehatannya," ujar Mohammad Syahril dalam konferensi pers streaming di YouTube Kemenkes.
Syahril mengatakan jika penerapan protokol kesehatan (Prokes) kembali pada kepribadian masing-masing. Di mana Pemerintah terus mengimbau untuk tetap mematuhi Prokes.
Sehubungan dengan itu, dia juga meminta agar tetap mematuhi Prokes di mana pun berada.
Baik di dalam maupun di luar ruangan, dengan begitu bisa mencegah terjadinya penularan Covid-19 varian baru Omicron.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Jenderal IRGC: Israel akan Dilenyapkan Lewat Serangan Besar pada Saat yang Tepat
Israel Lansir Video Perlakukan Dr. Abu Safiya Bagai Kriminal
Mendunia! Media Asing Soroti Demo Mahasiswa #IndonesiaGelap
Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Indonesia Masih Misteri, Media Arab Saudi Ikut Heran