Nama Menteri BUMN Erick Thohir Terseret Dalam Kasus Korupsi Pertamina

- Rabu, 26 Februari 2025 | 15:46 WIB
Nama Menteri BUMN Erick Thohir Terseret Dalam Kasus Korupsi Pertamina




POLHUKAM.ID - Nama Menteri BUMN Erick Thohir diseret dalam kasus korupsi PT Pertamina Patra Niaga yang merupakan bagian BUMN. 


Loyalis Anies, Geisz Chalifah menyatakan, Erick Thohir lah yang menunjuk dan menempatkan para petinggi anak usaha PT Pertamina tersebut.


“Para pencoleng di Patra Niaga, itu yang menunjuk dan menempatkan mereka adalah Erick Thohir,” kata Geisz Chalifah dalam akun X pribadinya, Rabu, (26/2/2025). 


Lebih lanjut dia juga menyentil penempatan Dede Budhyarto sebagai Komisaris Independen di PT Pelni.


Dede Budhyarto sempat viral karena dia diduga melampirkan Unhas sebagai bagian dari riwayat pendidikannya. Sedangkan Unhas telah membantah.


“Erick Thohir juga yang menempatkan si penipu CV @kangdede78. Apa tanggung jawab Erick Thohir terhadap itu semua. Bahkan si bajingan @kangdede78 masih dalam posisinya,” tandasnya. 



Sebelumnya Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina pada Senin malam (24/2). 


Salah seorang tersangka adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.


Mereka memastikan telah memiliki alat bukti yang cukup sehingga menetapkan tujuh orang itu sebagai tersangka. 


Hal itu disampaikan oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung Abdul Qohar.


”Berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup, tim penyidik menetapkan tujuh orang tersangka,” ungkap dia kepada awak media.


Dia pun merinci tujuh orang tersangka tersebut berasal dari beberapa perusahaan. 


Selain Riva Siahaan, tersangka lainnya adalah SDS (Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional), YF (Direktur Utama PT Pertamina International Shipping), serta AP (VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional).


Lalu, MKAR (Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa), DW (Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim), serta GRJ (Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak). 


Sumber: Fajar

Komentar