Kepsek Salah Satu SD di Kabupaten TTS Nekat Minum Herbisida Akibat Stres Belum Dapat Pertanggungjawabkan Penggunaan Dana Bos

- Minggu, 28 Januari 2024 | 11:30 WIB
Kepsek Salah Satu SD di Kabupaten TTS Nekat Minum Herbisida Akibat Stres Belum Dapat Pertanggungjawabkan Penggunaan Dana Bos

SOE, polhukam.id - Oknum Kepala Sekolah salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten TTS (inisial JB) nekat meneguk (meminum, red) cairan herbisida jenis Noxone gara-gara stress akibat belum dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan/penggunaan dana Bantuan Operasional (BOS) tahun 2023 di sekolahnya. 

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 26 Januari 2024 di rumah JB di seputaran Kota Soe setelah dihubungi pihak Dinas P&K Kabupaten TTS akan dijemput pihak Dinas untuk pertanggungjawaban dana BOS di sekolahnya.

Usai mengkonsumsi herbisida (Noxone, red), JB langsung mengalami muntah-muntah. Beruntungnya saat itu JB cepat ditemukan oleh kerabatnya yang berada di sekitar rumahnya, dan langsung membantu melarikan JB ke RSUD Soe untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Dinas (Kadis) P & K Kabupaten TTS, Musa Benu yang dihubungi wartawan tim media ini via sambungan telepon selulernya pada Sabtu, 27 Januari 2024 membenarkan informasi tentang JB. 

Benu menceritakan, bahwa pada Jumat pagi (26/01/2024), dirinya sempat berkomunikasi dengan JB via telepon selelukernya bermaksud untuk mengajak JB, agar ikut bersama dengan mobil dinas yang hendak menjemput dirinya ke Kantor Dinas P & K untuk menjelaskan terkait alasan belum diselesaikannya SPJ Dana BOS. Namun, saat itu JB menolak untuk dijemput dengan mobil dinas.

Baca Juga: Dinas P&K Kabupaten TTS Segera Ambil Sikap Terhadap Kepsek Yang Suru Murid Makan Kertas dan Jilat Tembok

"Tak lama kemudian, kami dapat kabar, bahwa pak JB melakukan percobaan bunuh diri dengan mengkonsumsi herbisida (Noxone, red)," beber Kadis Benu.

Kadis Benu mengaku, memang sejak Selasa (23/01/2024) ada   kebijakan dari Dinas P & K TTS untuk menjemput seluruh Kepala Sekolah yang belum menyelesaikan SPJ Dana BOS Tahun 2023. Menindaklanjuti kebijakan itu, kata Benu, dihari Jumat, 26 Januari 2024, mobil dinas P & K hendak menjemput JB, tapi saat itu JB mati-matian JB menolak.

"Dia justru malah mengkonsumsi Noxone," ungkap Musa Benu. 

Terkait kondisi JB, Musa mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Kabid yang telah menjenguk JB di RSUD Soe, diketahui kondisi JB mulai membaik pasca dirawat. Kadis Benu selanjutnya membantah informasi tentang kematian JB akibat peristiwa itu.

"Hoax itu informasi yang menyebut JB sudah meninggal. Kondisi beliu mulai membaik saat ini dan sementara dirawat di RSUD Soe,” tegasnya.

Menurut Kadis Benu, berdasarkan informasi yang dhimpun pihak Dinas, pengelolaan dana BOS di sekolah yang dipimpin JB memang bermasalah dan ada temuan pengelolaan/penggunaan dana BOS tidak sesuai mekanisme atau peruntukkannya. Beberapa guru juga mengadukan JB ke Dinas P&K TTS terkait hal itu.

"Beberapa waktu lalu memang ada sejumlah guru yang mengadu terkait pengelolaan dana BOS di sekolah yang dipimpin JB. Makanya kita bermaksud untuk menjemput JB sehingga membantu menyelesaikan SPJ dana BOS. Kita ingin cari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan itu, tapi beliau tidak datang, malah memilih untuk minum Noxone," aku Kadis Benu. ***

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: korantimor.com

Komentar