HALLO.DEPOK.ID - Kontroversi Gibran Rakabuming: Strategi 'Gotcha' dan Jargon di Debat Cawapres 2024.
Seberapa efektif taktik 'gotcha' dan jargon Gibran Rakabuming dalam debat cawapres? Media asing memberikan sorotan tajam.
Pada debat cawapres pemilu presiden RI 2024, Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 2, kembali menjadi pusat perhatian media asing.
Terutama, media berbasis di Hong Kong, seperti South China Morning Post (SCMP).
Dalam artikel berjudul "Indonesia election 2024: Gibran resorts to 'gotcha questions', jargon in VP debate in bid to trip up rivals," SCMP menyoroti taktik yang digunakan oleh Gibran dan bagaimana hal ini menciptakan gelombang kontroversi.
Resor 'Gotcha' dan Jargon
Dalam debat keempat, Gibran menggunakan taktik 'gotcha' dengan menyajikan pertanyaan yang dirancang untuk menjebak saingannya.
Baca Juga: Survei Pilpres 2024, Prabowo Gibran Lebih Unggul?
SCMP mencatat bahwa ini adalah taktik yang dianggap 'ngeri' oleh beberapa kritikus, namun efektif dalam mempertahankan posisinya di jalur kemenangan.
Menariknya, taktik ini bahkan mendorong pembentukan aturan baru dalam debat, yang mengharuskan definisi istilah-istilah asing sebelum kandidat memberikan tanggapannya.
Jargon dan Singkatan Asing
Gibran menggunakan jargon dan singkatan asing dalam pertanyaannya kepada rekan kandidatnya.
Meskipun beberapa menggambarkan taktik ini sebagai 'ngeri', SCMP melaporkan bahwa ini berhasil membingungkan rival-rival yang lebih tua.
Namun, taktik ini menimbulkan reaksi, terutama setelah pertanyaan tentang 'greenflation' yang membuat cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, harus memberikan jawaban tentang strategi melawan fenomena tersebut.
Baca Juga: Rahasia Elektabilitas Prabowo-Gibran Mencapai 50 Persen! Analisis dari Survei SPIN dan indEX
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
WNA Jerman Kuasai 34 Sertifikat Tanah di Bali, Sudah Jadi Tersangka!
KPK Ungkap Bank Indonesia Terlibat Korupsi Triliunan Rupiah, Disalurkan ke Seluruh Anggota Komisi XI DPR RI
Bareskrim Polri Tetapkan Eks Pegawai BPOM sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
NCW Ungkap Cak Imin Bawa Istri Sejak Timwas Haji 2022