Begaye Pontianak- Ketua DPC PDI Perjuangan Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta, menyebut bahwa relawan korban dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI mengalami trauma.
"Ada trauma yang dialami oleh korban," kata Susetya dalam konferensi pers di Kantor DPC PDI Perjuangan Boyolali, Minggu (31/12/2023).
Susetya mengatakan bahwa para korban masih mengalami ketakutan dan kecemasan. Mereka juga merasa trauma untuk kembali berkampanye untuk Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Ada Apa Ini, PDIP Mendekati AMIN, Yuk Simak Bersama Yang Sebenarnya
"Mereka takut untuk kembali berkampanye," kata Susetya.
Susetya mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban. Ia berharap agar para korban bisa pulih dari trauma yang dialaminya.
"Kami akan memberikan pendampingan psikologis," kata Susetya.
Baca Juga: PDIP Sebut Banyak Tekanan di Pilpres 2024, Ini Alasannya
Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di depan Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Boyolali pada Minggu (31/12/2023).
Tujuh relawan yang sedang membagikan selebaran dukungan untuk Ganjar Pranowo dianiaya oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota TNI.
Ketujuh korban mengalami luka-luka di kepala, wajah, dan badan. Mereka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Baca Juga: Akhirnya Bobby Nasution dipecat PDIP
Polisi telah turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut. Mereka telah memeriksa sejumlah saksi dan korban.
PDI Perjuangan mengecam keras aksi penganiayaan tersebut. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meminta agar oknum TNI yang terlibat diadili secara tegas.
"Kami mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum TNI kepada relawan Ganjar Pranowo," kata Hasto. "Kami meminta agar oknum TNI yang terlibat diadili secara tegas."
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: begayepontianak.com
Artikel Terkait
Kejagung Geledah 2 Rumah Riza Chalid dan Depo BBM Milik Anaknya
Ngotot Tak Terlibat Suap, Hasto: Saya Bukan Pejabat Negara
Kejagung Didesak Segera Tetapkan Riza Chalid Tersangka
Rapat Bareng, DPR Tak Puas Paparan Menteri Trenggono Soal Kasus Pagar Laut: Terkesan Menutup-Nutupi!