Bos BBW Ungkap Alasan Buku Impor Laku Keras di Indonesia

  • Bagikan
X

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Andrew Yap mengatakan Indonesia merupakan pasar paling potensial dalam penjualan buku karena pengaruh tingkat populasinya yang tinggi.

"Saya rasa karena Indonesia adalah salah satu negara yang berpopulasi besar di dunia. Dan Indonesia adalah negara yang paling berkembang dalam ekonomi. Jadi, semua orang ingin mendapatkan pengetahuan. Dan dari mana kita dapat pengetahuan? Dari buku. Jadi, reaksi di Indonesia adalah luar biasa," ucapnya saat ditemui di konferensi pers Big Bad Wolf 2023 di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Ia mengatakan masyarakat Indonesia khususnya kaum muda, mulai banyak yang membaca buku utamanya buku fiksi seperti Harry Potter atau The Hunger Games yang penjualannya sangat baik di Indonesia. Itu membuktikan bahwa kaum muda masih mau membaca buku dan tidak selalu terpaku pada gawainya.

Andrew juga meyakinkan pengunjung pada BBW tahun ini, ketersediaan buku fiksi akan ditambah untuk memuaskan pecinta buku fiksi tanah air. Selain buku bertema fiksi, buku tentang bisnis dan kesehatan juga menjadi incaran masyarakat muda untuk menambah pengetahuannya terhadap dunia luar.

Tidak hanya kaum muda, Andrew mengatakan tren pembaca anak-anak juga saat ini sedang meningkat. Terlebih selama perhelatan BBW di Indonesia yang sudah kali ke tujuh, banyak anak-anak yang ikut bertumbuh dengan buku-buku yang dijual di pameran buku impor ini.

Ini juga yang menjadi alasan buku kategori anak di BBW menjadi penjualan yang paling baik diantara genre lain karena orang tua yang juga menginginkan anaknya memiliki pengetahuan luas dan mempelajari Bahasa Inggris dari buku.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan