SBY Sebut Pilpres 2024 Diatur 2 Paslon, Eh Disentil: Terkena Jebakan yang Dibuatnya Sendiri Lalu Ngaku Paling Terzalimi

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku mendapat informasi adanya upaya untuk mengatur Pilpres 2024 hanya diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres yang dikehendaki.

Jhon Sitorus menyinggung aturan tentang ambang batas pencalonan presiden alias presidential threshold di Undang-Undang Pemilu yang dibuat SBY sendiri.

Hal itu disampaikan Jhon Sitorus dalam akun Twitter pribadinya, pada Minggu 18 September 2022.

"Dulu SBY mendukung partai2 yg mengusulkan Presidential Treshold dari 4% jadi 20% agar terpilih lagi periode kedua th 2009, Sekarang terkena JEBAKAN yang dibuatnya sendiri lalu ngaku2 PALING TERZOLIMI," ujar Jhon Sitorus.

"Seorang jenderal tak akan pernah playing victim, kecuali dia PENGECUT," pungkasnya.

Dulu SBY mendukung partai2 yg mengusulkan Presidential Treshold dari 4% jadi 20% agar terpilih lagi periode kedua th 2009Sekarang terkena JEBAKAN yang dibuatnya sendiri lalu ngaku2 PALING TERZOLIMISeorang jenderal tak akan pernah playing victim, kecuali dia PENGECUT pic.twitter.com/oXxXS44Dfp

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan