Berkaca pada Venezuela, Kenaikan Harga BBM Harus Dilakukan, Dampaknya Disorot, Eko Kuntadhi: Tugas Pemerintah Adalah…

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyoroti pemerintah yang memberlakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun non-subsidi pada Sabtu (3/9/2022).

Saat ini, harga BBM subsidi jenis Pertalite menjadi Rp10.000 dari sebelumnya Rp7.650 per liter, sedangkan Solar menjadi Rp6.800 per liter dari Rp5.150 per liter.

Kemudian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax naik menjadi Rp14.500 per liter, dari Rp12.500 per liter, ini diungkapkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Kenaikan harga BBM disebabkan karena anggaran bengkak mencapai Rp502 triliun, sehingga tidak akan kuat secara terus-menerus untuk melakukan subsidi.

Eko Kuntadhi menyinggung negara Venezuela yang kacau karena pemerintah memaksakan subsidi terhadap rakyatnya, sehingga kenaikan BBM perlu dilakukan di Indonesia.

"Gak ada orang yg senang dengan kenaikan harga. Termasuk harga BBM. Tapi Venezuela pernah mengalami itu. Mensubsidi rakyatnya habis-habisan dengan harga murah." 

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan