Jika Subsidi BBM Salah Sasaran, Hanya Ada Dua Kemungkinan, Anthony Budiawan: Sebaiknya Belajar dari Malaysia!

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Peneliti Political Economic and Policy Study (PEPS) Anthony Budiawan menyinggung tentang subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai salah sasaran.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa BBM bersubsidi lebih banyak dinikamati oleh geolongan masyarakat mampu, sehingga salah sasaran.

Berdasarkan data, sebanyak 95 persen solar digunakan oleh rumah tangga mampu, sekitar 89 persen untuk dunia usaha dan 11 persen oleh rumah tangga, sedangkan 5 persen dinikmati oleh rumah tangga miskin.

Sebaliknya, untuk Pertalite, sebanyak 14 persen digunakan dunia usaha, dan 86 persen dinikmati oleh rumah tangga, hanya 20 persen yang dinikmati rumah tangga miskin.

Anthony Budiawan menyebutkan dua alasan jika memang benar subsidi BBM salah sasaran, yaitu penyesatan untuk membenarkan penghapusan subsidi, dan tidak mengerti esensinya.

"Subsidi salah sasaran: cuma ada dua kemungkinan. Pertama, tidak mengerti esensi subsidi. Kedua, penyesatan untuk pembenaran menghapus subsidi," jelasnya.

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan