BBM Naik Dinilai Jadi Solusi APBN Agar Tidak Defisit, Said Didu Bongkar 4 Penyebab Utamanya!

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti pernyataan dari salah satu akademisi menilai kenaikan harga BBM menjadi solusi agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak defisit terlalu jauh dari ambang normal.

Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan yang menyebabkan defisitnya APBN.

Said Didu menyebutkan salah satu alasannya yakni pembayaran upah terhadap suatu lembaga yang sebenarnya tidak diperlukan.

"Sebagai info, defisit tinggi krn belanja lbh tinggi dari pendapatan, penyebabnya antara lain, pertama; bayar utang sktr Rp 800 t krn bunga utang tinggi, kedua; bayar subsidi energi sktr Rp 500 t krn kurs Rupiah melemah," ungkap Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya, Selasa (30/8).

"Ketiga; alokasi utk infrastruktur dan IKN, dan keempat; bayar gaji lembaga dan staf yg tdk perlu," tandas Said DIdu.

Sementara itu, salah satu akademisi yang berpendapat bahwa kenaikan harga BBM menjadi solusi ialah Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Mukhaer Pakkanna.

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan