Tidak Dipidana! Keputusan Pengadilan Soal Kasus KM 50 Kembali Diungkit, Refly Harun Soroti Peran Pelaku: Ada, Yaitu Membuat…

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Pakar hukum tata negara Refly Harun menyoroti kasus pembunuhan enam laskar FPI di Jalan Tol Jakarta-Cikarang KM 50 pada Desember 2020, atau dikenal dengan kasus KM 50.

Dua pelaku yaitu Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin Ohorella tidak dapat dijatuhkan pidana berdasarkan Pasal 49 KUHP, hakim menilai bahwa perbuatan terdakwa sebagai pembelaaan terpaksa.

"Luar biasa, jadi kalau kita katakanlah begini, dalam kasus itu (KM 50) dengan tidak memborgol, katakanlah itu benar-benar terjadi menurut pengadilan," ungkap Refly Harun.

Anggota laskar FPI disebutkan melakukan perlawanan terhadap anggota Polda Metro Jaya, hingga terjadilah baku tembak yang menyebabkan mereka tewas.

"Dengan tidak memborgol harusnya ada sebuah pertimbangan yaitu kelalaian yang dilakukan oleh terdakwa sehingga memberikan kesempatan kesempatan pada laskar FPI," bebernya.

Jika yang disampaikan oleh pengadilan benar terjadi, maka seharusnya ada unsur kelalaian yang dijeratkan pada terdakwa, karena anggota laskar FPI berhasil merebut senjata.

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan