Reformasi ABRI Gus Dur Disorot, Kini Polisi Malah Jadi Alat Politik Karena ini: Menonjol Sebagai…

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Ekonom Senior Rizal Ramli menyinggung mengenai penghapusan dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indoensia (ABRI) pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Secara singkat dwifungsi ABRI yaitu ABRI tidak hanya menjalankan peran sebagai kekuatan pertahanan saja, namun juga sebagai pengatur negara.

Karena hal ini, banyak ABRI yang menduduki posisi pemerintah, dan konsep tersebut tumbuh pada masa orde baru, selanjutnya reformasi Gus Dur pun dijalankan.

Pada masa pemerintahan Gus Dur (1999-2001) dia telah memisahkan antara Polisi Republik Indonesia (Polri) dengan TNI, dan mencabut dwifungsi.

Sehingga militer aktif tidak bisa lagi menempati jabatan sipil serta ikut serta dalam kegiatan berpolitik, terlihat dari penghapusan fraksi TNI-Polri dari parlemen.

"Saat Gus Dur melakukan reformasi ABRI, termasuk memisahkan Polisi dari TNI: Polisi dharapkan netral, tidak main politik, jadi pengayom masyarakat," ungkap Rizal Ramli.

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan