Terkuak, Yosua Sebenarnya Sudah Terkapar Tak Berdaya Tertelungkup di Lantai, Tapi Richard Tetap Obral Tembakan hingga Seniornya Tewas

  • Bagikan
X
Polhukam.id, Jakarta - Saat terjadi insiden berdarah di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli silam, Nofriansyah Yosua Hutabarat diketahui sempat terkapar di lantai sebelum tewas.

Pria berinisial Brigadir J itu terkapar usai kalah adu tembak dengan rekannya sesama ajudan, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Saat itu, Yosua bisa dibilang sudah berhasil dilumpuhkan oleh Richard.

Kendati demikian, Richard menutuskan tetap melepaskan tembakan, tepatnya ke kepala bagian belakang yang membuat Yosua tewas seketika.

Ternyata, eks personil Brimob itu punya alasan kenapa tetap menghujani tubuh Yosua yang sudah tak berdaya dengan tembakan.

Baca Juga: Fakta! Richard Sudah Akui Tembak Yosua dari Jarak Dekat di Bagian Kepala Belakang, Pelurunya Tembus ke Hidung...

Dalam insiden baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo, Richard diuntungkan dari segi posisi.

Berdasarkan kronologi versi polisi, saat adu tembak terjadi posisi Brigadir J ada di lantai bawah, tepatnya di depan kamar nyonya rumah, Putri Candrawathi. Sementara itu, Bharada E di tangga.

Karena di tangga, Bharada E punya tempat untuk berlindung, yakni di bordes. Dari posisi inilah dia lebih leluasa melancarkan tembakan ke Brigadir J.

Salah satu momentumnya saat tembakan Richard mengenai tangan Yosua dan membuat lawannya itu oleng.

Dari situ, Richard terus melancarkan serangan ke Yosua dan akhirnya membuat seniornya terkapar dalam posisi tertelungkup.

Baca Juga: Kaos Branded yang Dipakai Yosua di Hari Kematiannya, Ada Tulisan Kalimat Bahasa Inggris di Punggungnya

Richard kemudian menuntaskan adu tembak dengan tembakan penutup jarak dekat di bagian batok kepala yang mengakhiri hidup Yosua secara seketika.

Peluru dari tembakan akhir ini langsung menembus hidung.

Karena Yosua tertelungkup, peluru itu kemudian membentur lantai, memantul dan merobek bagian bibirnya.

Dikutip dari berbagai sumber, alasan Richard tetap menembak Yosua yang sudah tidak berdaya adalah untuk memastikan seniornya itu tak lagi membahayakan.

Sumber: m.jpnn.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan