Sebut Fakta Dalam Kasus Polisi Tembak Polisi, Pengacara Brigadir J ‘Digodok’: Kalo Katanya-katanya Itu Bukan Fakta

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Kuasa hukum atau pengacara Putri Candrawathi, Patra M Zen, mengoreksi penggunaan istilah fakta yang digunakan oleh tim kuasa hukum Brigadir J, Mansur Febrian.

Patra mengoreksi bahwa sesuatu bisa disebut fakta jika sudah diuji di pengadilan, sementara hal-hal yang sifatnya masih asumsi tidak bisa disebut sebagai fakta.

“Ketika fakta itu sudah diuji, dibuka, di persidangan, itu baru fakta. Tapi kalo katanya-katanya, bukan fakta,” ujar Patra di acara Apa Kabar Indonesia Pagi pada Senin (1/8).

Lebih lanjut, kuasa hukum Putri Candrawathi ini menjelaskan bahwa syarat untuk menyebut sesuatu adalah fakta yaitu adanya dua alat bukti yang sesuai.

“Yang disebut fakta adalah ada dua alat bukti yang berkesusuaian yang disampaikan, ditampilkan, di muka persidangan, itu baru fakta namanya,” jelas Patra.

Sebelumnya, Patra mengaku pihaknya akan mempidanakan penyebar berita bohong terkait kasus polisi tembak polisi antara Brigadir J dan Bharada E.

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan