APBN RI Suruh Tanggung Bengkaknya Biaya Kereta Cepat, China Jadi Sorotan: Ada Variabel Tekan Menekan, itu Artinya…

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Akademisi Rocky Gerung menyinggung mengenai bengkaknya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), sehingga China meminta Indonesia turun tangan.

Dalam pengerjaan proyek Keret Cepat, terjadi kelebihan biaya kostruksi, sehingga China Development Bank (CDB) meminta pemerintah Indonesia ikut menangung.

Sehingga perjanjian kerjasama antara China dan Indonesia dalam proyek Kereta Cepat pun dipertanyakan, karena RI diminta ikut memanggung beban.

"Itu di belakang perjanjian perdata itu yang biasa disebut pacta sunt servanda, perjanjian harus diwujudkan," ucapnya yang dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (28/7).

"Tiba-tiba ada variabel tekan menekan, itu artinya ada klausul yang nggak jelas, sehingga China udah kasih sinyal duluan: eh kalau lu bengkakin lagi lu yang keluar dari APBN, kita gak peduli mau APBN Indonesia bangkrut kan," tambahnya.

Ini menjadi kesulitan Indonesia, karena China hanya memegang prinsip perjanjian awal, jika begini maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikeluarkan.

Sumber: nw.wartaekonomi.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan