Bikin Melongo, Segini lah Besaran Gaji Ahyudin cs di ACT dari Hasil ‘Nilep’ Uang Santunan Rp34 M Punya Korban Lion Air

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Empat orang petinggi dan mantan petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan dana bantuan kemanusiaan. Salah satu kasus yang belakangan disorot pihak kepolisian adalah dana Rp 34 miliar dari Boeing untuk keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada Oktober 2018 silam. Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, dana Rp 34 miliar dari Boeing ke keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air malah dialokasikan untuk hal lain.

Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Helfi Assegaf mengatakan, dana dari Boeing yang diambil untuk membayar gaji pengurus kisarannya bervariatif. “Gajinya sekitar Rp50 juta-Rp450 juta per bulannya,” kata Helfi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2022). Sebagai informasi, 4 petinggi maupun mantan petinggi ACT yang sudah jadi tersangka adalah Ahyudin, Ibnu Khajar, dan dua orang anggota pembina yayasan, masing-masing berinisial H dan NIA. Ahyudin adalah pendiri sekaligus mantan presiden ACT. Ia terdepak pada Januari lalu. Posisi Ahyudin kemudian digantikan Ibnu Khajar yang merupakan Presiden ACT hingga saat ini Helfi mengatakan, Ahyudin mendapat gaji terbesar mencapai Rp450 juta. Sedangkan tiga orang lainnya, berpendapatan lebih rendah. “Untuk IK Rp150 juta, (HH dan NIA) sekitar Rp50 juta-Rp100 juta,” jelas Helfi.

Sumber: akurat.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan