Tak Kuat Bayar Utang, Pelabuhan Utama Sri Lanka Jatuh ke Tangan China

  • Bagikan
X

Polhukam.id - Krisis moneter dan inflasi gila-gilaan yang dialami Sri Lanka pada tahun 2022 bukanlah momentum tunggal yang tanpa pangkal. 

Negara itu memang sejak lama dianggap sudah salah urus terutama dengan menumpuknya utang Sri Lanka sejak masa pemerintahan Presiden Mahinda Rajapaksa. 

Utang dan korupsi menjadi dua faktor penting yang membuat ekonomi Sri Lanka kolaps dan membuat rakyatnya sengsara hingga harus turun ke jalan menggulingkan rezim Rajapaksa yang kini dipimpin oleh Presiden Gotabaya Rajapaksa. Dia lalu kabur ke Maladewa pada Selasa malam, 12 Juli 2022.

Salah satu cerita jebakan utang yang membuat Sri Lanka jelas terpuruk adalah jatuhnya Pelabuhan Hambantota ke tangan China pada tahun 2017 lalu. 

Padahal pelabuhan itu adalah pelabuhan laut dalam utama Sri Lanka yang diharapkan bisa membangkitkan ekonomi negara itu setidaknya hampir satu dekade lain.

Namun utang yang menumpuk termasuk dimulai dengan cerita 'utang investasi' dari China untuk membangun pelabuhan itu tak bisa dibayar Sri Lanka.

Sumber: viva.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan