Subsidi BBM Jebol, Pendataan Jadi Pilihan

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Jebolnya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar tak dapat dihindari terutama setelah PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga daripada BBM jenis Pertamax.

Berdasarkan data dari Badan Pengendalian Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), penyaluran BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite telah tersalurkan lebih dari 50 persen hingga 20 Juni 2022.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan dengan tingkat realisasi tersebut, penyaluran sudah lebih di atas kuota perencanaan, maka dari itu diperlukan pembatasan ke depannya.

“Hingga 2022 ini, bulan Juni, kalau kita lihat konsumsi solar sudah di atas 50 persen sampai 20 Juni, ini dan konsumsi rata-rata harian dan bulanan ini sudah over di atas antara 100 persen ke atas,” ujar Saleh dalam diskusi virtual, Rabu (29/6/2022).

Saleh mengatakan, besaran realisasi solar mencapai 51,24 persen dari total kuota yang ditetapkan pemeritnah sebesar 15,1 juta kiloliter. Dengan catatan tersebut jika tidak dikendalikan, maka kuota BBM subsidi akan habis sebelum penghujung tahun 2022. 

“Ini tentu jika tidak kita lakukan pengendalian, maka kita akan menghadapi subsidi kita habis antara Oktober atau November,” ujarnya.

Sumber: suara.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan