Covid-19 Bukan Hanya Penyakit Pernapasan, Tetapi juga Timbulkan Kerusakan Otak

  • Bagikan
X

Polhukam.id - Studi terbaru berhasil memberikan petunjuk mengenai bagaimana Covid-19 dapat memicu terjadinya kerusakan otak dan munculnya gejala neurologis. Studi ini dilakukan dengan mengautopsi jaringan otak beberapa pasien yang meninggal karena Covid-19.

Melalui berbagai penelitian, telah diketahui bahwa Covid-19 bukan hanya sekedar penyakit pernapasan. Dampak jangka pendek dan panjang dari infeksi SARS-CoV-2 juga bisa mengenai organ lain, termasuk otak. Kasus gumpalan darah dan strok juga cukup banyak ditemukan pada pasien Covid-19.

Sebuah studi pada tahun lalu juga menemukan bahwa pasien Covid-19 memiliki kerusakan yang signifikan pada sel endotel pembuluh darah otak. Sel ini merupakan komponen penting pada sawar darah otak.

Peneliti lalu membuat hipotesis bahwa kerusakan sel endotel tersebut bisa memicu beragam gejala neurologis terkait Covid-19. Akan tetapi, pada waktu itu belum diketahui seperti apa proses patofisiologis yang mendasarinya.

"Pasien-pasien sering mengalami komplikasi neurologis pada Covid-19, tetapi proses patofisiologis yang mendasarinya tak begitu dipahami," jelas peneliti Avindra Nath, seperti dilansir New Atlas, Jumat (8/7/2022).

Studi terbaru yang dilakukan oleh National Institutes of Health berhasil memberikan petunjuk terkait pertanyaan besar tersebut. Setelah melakukan autopsi pada jaringan otak pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19, tim peneliti menemukan bahwa kerusakan sel endotel primer di pembuluh darah otak tersebut berkaitan dengan respons imun abnormal.

Sumber: republika.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan