DEFEND ID Bakal Realisasikan 8 Program Strategis

  • Bagikan
X
Polhukam.id, Bandung - Lima BUMN holding industri pertahanan DEFEND ID yang terdiri dari PT Len Industri (Persero), PT Dahana, PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia melaksanakan rakor (rapat koordinasi) pertama yang dihadiri seluruh direksi, setelah diresmikan April 2022 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Rakor dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur Kementerian BUMN Liliek Mayasari secara online, kelima direktur utama yaitu, Direktur Utama Len Bobby Rasyidin, Direktur Utama Dahana Wildan Widarman, Direktur Utama Pindad Abraham Mose, Direktur Utama DI Gita Amperiawan, Direktur Utama PAL Kaharuddin Djenod, jajaran Direksi DEFEND ID, serta tim Keasdepan Industri Manufaktur Kementerian BUMN.

Baca Juga: Erick Thohir Dampingi Wapres Ma'ruf Amin Lihat Wajah Baru SarinahDirektur Utama Len Bobby Rasyidin mengatakan bahwa rapat kerja dilakukan untuk sinergi merealisasikan program strategis DEFEND ID yang dilakukan oleh 4 tim integrasi. Tim Integrasi 1 di bidang keuangan, manajemen risiko, SDM dan general fuction. Tim Integrasi 2 di bidang marketing dan kerjasama. Tim Integrasi 3 Operasi di bidang manufaktur & proses bisnis. Tim Integrasi 4 di bidang IT, teknologi, kualifikasi & sertifikasi SDM, supply chain.Agenda ini juga untuk berdiskusi bagaimana melakukan langkah kongkrit terhadap 8 program strategis DEFEND ID, antara lain yakni meningkatkan EBITDA holding secara fundamental, serta memperbaiki cashflow agar dapat landing di akhir tahun sesuai RKAP."Kontrak on-hand sekarang kita (DEFEND ID) sudah Rp48,7 triliun. Tantangannya kini adalah mempercepat delivery produk dengan tepat waktu," ujar Bobby kepada wartawan di Bandung, Selasa (28/6/2022)Bobby mengungkapkan Len dan PTDI kini telah selesai melakukan program restrukturisasi hutang perbankan, diikuti PAL yang masih dalam proses. DEFEND ID juga akan melakukan restrukturisasi keuangan holding DEFEND ID.Selain itu, terdapat potensi kontrak yang sinergi dan beririsan antar anggota holding yang nilainya bisa mencapai Rp15,6 triliun. Nilai tersebut meliputi motor listrik, kendaraan Anoa, ICCS Kavaleri, Radar GCI, prasarana perkeretaapian, refurbishment KRI Sigma & Bung Tomo, kapal LPD, Datalink TNI AU, drilling & blasting service, pengembangan sistem rudal nasional, roket R-Han 122B, reverse engineering rudal, dll.Bobby menambahkan rakor juga mengulas tentang pengembangan SDM dan penguasaan teknologi kunci, menentukan dimanakah core competency-nya dan berapa cost serta impact-nya,"ungkapnya

Baca Juga: Minta Maaf Soal Kontroversi Promo Holywings, Hotman Paris: Saya Tidak Akan Melakukan Pembelaan"Pengembangan teknologi DEFEND ID harus sejalan dengan pemerintah yang ada di Badan Riset dan Inovasi Nasional,"pungkasnya

Sumber: genpi.co

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan