Fadel Muhammad: Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah Langkah Berani dan Tepat

  • Bagikan
X

Polhukam.id, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Fadel Muhammad, mengatakan bahwa kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia setelah pertemuan KTT G7 di Jerman adalah langkah berani dan tepat dalam mengekskalasi perdamaian bagi kedua negara tersebut.

"Saya mengapresiasi kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke Ukraina bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow setelah pertemuan KTT G7 di Jerman. Ini adalah sebuah langkah yang berani dan tepat dari Bapak Presiden, yang Insya Allah, dapat mendorong perdamaian lebih cepat bagi kedua negara yang sedang berkonflik ini," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta (27/6/2022).

Fadel Muhammad mengatakan bahwa ruang dialog yang nantinya dibawakan oleh Jokowi kepada para pemimpin negara Ukraina dan Rusia ini diharapkan dapat diterima oleh kedua belah pihak.

"Seperti yang Bapak Presiden sampaikan bahwa misi beliau adalah mengajak pemimpin negara Ukraina dan Rusia ini untuk buka ruang dialog perdamaian, mari membangun perdamaian. Karena pada dasarnya apapun bentuk perang itu, harus berhenti. Kita tidak akan bisa bersatu, menyelesaikan masalah yang lebih krusial bersama, kalau masih berpikir tentang perang. Saya berharap, ruang dialog perdamaian yang dibawakan Bapak Presiden mau diterima dengan baik dan dilaksanakan oleh Ukraina dan Rusia," ujarnya.

Founder dan Komisaris Polhukam.id ini juga menjelaskan bahwa kunjungan Jokowi kali ini tidak hanya demi kepentingan Indonesia semata, tetapi juga kepentingan negara lain, terutama negara berkembang dan berpenghasilan rendah.

"Lawatan Bapak Presiden Jokowi ini tidak hanya membawa misi perdamaian bagi Ukraina dan Rusia, tidak hanya penting bagi Indonesia. Tapi, ini juga sangat penting bagi negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah lainnya yang terdampak oleh perang ini. Dampaknya sudah masif dari sisi ekonomi. Insya Allah, niat baik yang kita bawakan ini dapat memberikan hasil yang baik juga bagi kita semua, bagi semua negara, bagi perdamaian dunia," tutupnya.

Sumber: suara.com

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan