Kuat di Ukraina, Loyo di Timur Tengah, Kelemahan Putin Jadi Incaran Musuh-musuhnya

  • Bagikan
X

Polhukam.id, London - Perang di Ukraina telah memaksa Rusia untuk mengurangi kehadiran militernya di daerah-daerah yang mungkin akan segera menghadapi serangan Turki, kata pejabat oposisi Suriah kepada The Daily Beast.

Hal tersebut diperkuat oleh keterangan anggota oposisi Tentara Nasional Suriah (SNA) mengatakan Moskow telah menarik diri dari beberapa daerah di Suriah barat laut dekat perbatasan Turki, termasuk Tal Rifaat.

Ankara mengatakan akan melakukan operasi militer untuk memerangi AS mendukung Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG), yang dianggap Turki sebagai kelompok teroris.

SNA, koalisi kelompok pemberontak yang didukung oleh Turki, akan mengambil bagian dalam kemungkinan operasi itu, menurut Yusuf Hammoud, seorang perwira dan mantan juru bicara SNA.

Hammoud, yang berbasis di Afrin barat laut, Suriah, mengatakan Rusia telah mengurangi kehadirannya di daerah sekitar Aleppo dan Tal Rifaat.

“Ini akan memudahkan Turki untuk memenangkan perang ini,” kata Hammoud kepada The Daily Beast.

Sumber: republika.co.id

Artikel Asli

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan Anda ke alamat email [email protected].
  • Bagikan